• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Presiden Dorong Anak Muda Berani Ambil Peluang dan Memulai Bisnis

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
25 Agustus 2018 | 20:43 WIB
Rubrik: Ekbis

SimadaNews.com-Presiden Joko Widodo mendorong anak-anak muda Indonesia untuk berani mengambil peluang dan memulai bisnis. Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka Young on Top National Conference (YOTNC) yang digelar di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (25/8).

“Untuk anak-anak muda, mulailah, kalau ingin berusaha cepat mulailah. Tetapkan ide, tetapkan jenis usaha yang ingin kita kerjakan, tentukan tujuan, mau ke mana bisnisnya, tujuannya harus ada,” kata Presiden.

Walaupun demikian, Presiden juga menyampaikan agar anak-anak muda ini tetap melakukan perhitungan ketika ingin membuka bisnis. Presiden menyarankan agar mereka yang pemula melakukan penelitian atau survei terlebih dahulu sebelum memulai bisnisnya.

“Kalau punya duit, survei gede-gedean. Harus ada, harus ilmiah, disurvei betul-betul sehingga kita punya kalkulasi-kalkulasi, perhitungan-perhitungan baik dalam menentukan lokasi, baik dalam menetapkan jenis bisnis yang akan kita kerjakan,” lanjutnya.

Selain melakukan survei, baik survei mengenai perilaku konsumen, kondisi bisnis, maupun ekosistem bisnis, Presiden pun menuturkan agar para pemula menetapkan jenis usaha, ide, dan tujuan. Selain itu, momentum atau timing untuk memulai juga perlu diperhitungkan.

“Kalau saya mengurus bisnis, sudah feeling. ‘Wah ini peluang’, sudah saya putuskan, bisa. Tapi kalau pemula memang harus melakukan itu (survei),” ucapnya.

Presiden juga mendorong anak-anak muda agar tidak takut untuk menghadapi risiko dalam berbisnis. Meskipun demikian, ia menyampaikan agar risiko tersebut tetap dikalkulasi.

“Risiko yang tidak terkalkulasi itu namanya ngawur, nabrak-nabrak namanya. Harus dikalkulasi. Kalau kalkulasinya luput, ada risikonya. Itulah bisnis,” lanjutnya.

Presiden pun sempat bercerita mengenai awal mula ia terjun ke dunia bisnis. Kondisi bisnis saat ini, kata Presiden, berbeda dengan kondisi pada zaman dulu. Menurutnya, kini seorang pebisnis tidak memerlukan fixed asset seperti pabrik.

“Tidak perlu yang namanya bisnis besar itu memiliki pabrik yang gede-gede, enggak perlu. Karena yang dijual sekarang adalah brand value, yang dijual itu nilai brand. Fixed asset yang besar tidak perlu. Sekarang yang perlu light asset tapi valuasinya tinggi. Ini yang diperlukan,” katanya.

Fokus pada Bisnis yang Dijalani

Pada kesempatan ini, Presiden mengajak dua anak muda yang baru atau akan memulai bisnis untuk tampil ke depan dan berbagi cerita. Adalah Rendy dan Dea yang kemudian maju dan bercerita mengenai bisnisnya.

Di hadapan Kepala Negara, Rendy bercerita mengenai bisnisnya yang memiliki konsep untuk memfasilitasi pelaku UMKM di bidang jasa bertemu dengan pengguna jasanya.

“Karena kebanyakan marketplace kita yang ada seperti Tokopedia, BukaLapak hanya fokus untuk ke produk atau barang. Sedangkan untuk fasilitasi untuk teman-teman UMKM yang berada di bidang jasa belum ada wadahnya. Saya punya marketplace yang namanya rumahjasa.net,” ujarnya.

Sementara Dea bercerita mengenai keinginannya untuk memiliki bisnis makanan. Secara khusus Dea ingin memberdayakan mereka yang masih sekolah dan berharap bisnisnya bisa membantu mereka melanjutkan sekolah.

Presiden pun mengapresiasi keduanya dan memberikan saran agar mereka tetap fokus menekuni bisnisnya. Karena menurut pengalamannya, mereka yang tidak bisa melompat adalah yang sering bergonta-ganti bidang bisnisnya.

“Hanya memang, kalau kita masih memulai, sebaiknya memang menurut saya, bisa salah bisa benar, fokus saja. Saya lihat teman-teman saya yang tidak bisa cepat melompat itu seringnya gonta-ganti,” tandasnya. (rel/snc)

Peristiwa

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika dan Amankan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Peristiwa

Kurir 1 Kilogram Sabu di Pematangsiantar Ternyata Residivis Empat Kali, Pernah Terlibat Pembakaran hingga Narkoba

3 Juni 2026 | 20:24 WIB
Peristiwa

Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Gondol Emas Antam Bernilai Rp160 Juta dari Toko Emas di Pasar Horas Siantar

3 Juni 2026 | 17:33 WIB
Peristiwa

Operasi Antik Toba 2026, Polres Simalungun Ungkap 32 Kasus Narkoba dan Amankan 53 Tersangka

3 Juni 2026 | 14:36 WIB
Ekbis

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ariston Tua Tekankan Pentingnya Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

3 Juni 2026 | 10:27 WIB
Peristiwa

Pergi Ibadah, Guru SD Kehilangan Cincin Berlian dan Jam Tangan Rp7 Juta, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

3 Juni 2026 | 07:59 WIB
Peristiwa

Dugaan Kejanggalan SIP Perawat di RS Laras, Ketua PPNI Simalungun Angkat Bicara

2 Juni 2026 | 22:21 WIB
Peristiwa

Razia THM di Perdagangan, Dua Wanita Positif Narkoba Diamankan Polres Simalungun

2 Juni 2026 | 11:48 WIB
Pesona

Rakernas P3BP di Pematangsiantar Bahas Pelestarian Rumah Bolon dan Penguatan Organisasi

2 Juni 2026 | 11:17 WIB
Peristiwa

Tak Menyangka Disambut Polisi, Kurir Sabu dari Medan Diciduk Saat Tiba di Siantar

1 Juni 2026 | 22:53 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber