• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomePesona

Sejarah Nagori Pondok Buluh “Awalnya Bernama Batu Onom Puluh,  Berganti setelah Rumah Pekerja Pabrik Semen Jepang Dibangun pakai Bambu”

Catatan: Ramsiana Gultom

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
3 Desember 2018 | 21:13 WIB
Rubrik: Pesona

PONDOK Bulu pada masa Tahun 1942, bernama Batu Onom Puluh (Enam Puluh).  Disebut Batu Onom Puluh,  karena jarak Kota Medan ke Batu Onom Puluh sejauh 160 Kilometer.

Jadi angka 60 tersebut dahulu dijadikan nama Desa Batu Onom Puluh yang sekarang kita kenal dengan Pondok Bulu.

Menurut penuturan,  Saman Saragih (80) yang akrab dipanggil Oppung Romianto), sewaktu Negara Indonesia dijajah bangsa Jepang, suasana di Batu Onom Puluh masih sangat sepi.

Masih hanya ada tiga rumah.  Sepanjang dua kilometer arah Parapat ada satu unit rumah marga Harianja yang disebut Marihat Girsang.  Lalu Jepang datang dan membangun sebuah pabrik semen sekira 500 meter dari Marihat Girsang.

Tepat di pinggir jalan besar,  Jepang membangun pabrik semen yang seluruh bangunan mulai dari tiang, dinding dan atapnya terbuat dari bambu.  Tak hanya pabrik, Jepang juga membangun pondok pondok untuk tempat para pekerja yang juga terbuat dari bambu.

Saat itu,  masyarakat menyebut daerah pabrik itu sebagai Pondok Buluh (Bambu,red).  Dan nama Batu Onom Puluh berganti menjadi Pondok Buluh.

Daerah itu pun semakin berkembang, setelah Tuan Tanah mulai melepas lahannya dan dibagikan secara adat yang berlaku pada masa itu kepada para pendatang yang hendak turut bermukim di Pondok Buluh.

Kini,  Pondok Buluh berkembang menjadi desa (nagori) cukup pesat.  Desa ini juga kaya dengan berbagai jenis tanaman bambu yang tumbuh secara alami di sekitaran wilayah Pondok Buluh.  Banyak warganya yang menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan bambu.

Selama ini bambu yang dihasilkan hanya berupa kandang dan bambu bulat. Tetapi kini mulai dikembangkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nauli Pondok Buluh menjadi salah satu desa wisata.

Para anggota Pokwardis membangun satu kawasan hutan bambu yang dikelola secara profesional. Mereka mengembangkan taman bambu,  konservasi bambu, pembibitan bambu dan pendirian rumah kreatif tempat bagi para pengrajin bambu berkreasi.

Dari hasil penelusuran Pokdarwis pada awal Pebruari lalu,  saat ini ada 12 jenis bambu  yang tumbuh secara alami di Pondok Buluh yakni Buluh Kuning, Buluh China, Buluh Bolon, Buluh Butar, Buluh Lomang, Buluh Tali, Buluh Peol, Buluh Lando, Buluh Suraton, Buluh Dasar, Buluh Julur dan Buluh Sulim.

Harapannya, Desa Pondok Buluh akan menjadi sentra industri kerajinan bambu yang mampu mensuplai kebutuhan pasar lokal maupun internasional. Tak ada kata terlambat, selagi masih ada waktu Pokdarwis Nauli Pondok Buluh akan bekerja keras mewujudkannya bersama orang orang yang peduli. (*)

Peristiwa

Penjual Mie Goreng di Pematangsiantar Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Rumah

4 Juni 2026 | 11:24 WIB
Peristiwa

Rismaida br Siahaan Ditemukan Meninggal di Kedainya! Ternyata Dirampok, Pelaku Ditangkap saat Sembunyi di Hotel Nadia Siantar

4 Juni 2026 | 10:08 WIB
Peristiwa

Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

4 Juni 2026 | 09:47 WIB
Peristiwa

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika dan Amankan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Peristiwa

Kurir 1 Kilogram Sabu di Pematangsiantar Ternyata Residivis Empat Kali, Pernah Terlibat Pembakaran hingga Narkoba

3 Juni 2026 | 20:24 WIB
Peristiwa

Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Gondol Emas Antam Bernilai Rp160 Juta dari Toko Emas di Pasar Horas Siantar

3 Juni 2026 | 17:33 WIB
Peristiwa

Operasi Antik Toba 2026, Polres Simalungun Ungkap 32 Kasus Narkoba dan Amankan 53 Tersangka

3 Juni 2026 | 14:36 WIB
Ekbis

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ariston Tua Tekankan Pentingnya Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

3 Juni 2026 | 10:27 WIB
Peristiwa

Pergi Ibadah, Guru SD Kehilangan Cincin Berlian dan Jam Tangan Rp7 Juta, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

3 Juni 2026 | 07:59 WIB
Peristiwa

Dugaan Kejanggalan SIP Perawat di RS Laras, Ketua PPNI Simalungun Angkat Bicara

2 Juni 2026 | 22:21 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber