• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Pramono Anung: Demokrasi Kita Sering Jadi ‘Problem Solving’ Persoalan Demokrasi Itu Sendiri

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
4 Maret 2020 | 22:26 WIB
Rubrik: Sudut Pandang

SimadaNews.com-Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, menyampaikan bahwa demokrasi yang ada di Indonesia sering kali menjadi problem solving dari persoalan demokrasi itu sendiri.

“Ketika ada perbedaan yang sangat tajam termasuk hal yang berkaitan dengan etnisitas, keagamaan, isu-isu yang sensitif ujungnya selesai dengan bagaimana proses pendewasaan demokrasi itu terjadi,” kata Pramono Anung, saat menyampaikan pidato pada acara Pisah Sambut Direktur Eksekutif Kemitraan, di JS Luwansa Hotel, Provinsi DKI Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Contoh yang paling ekstrem, menurut Pramoni Anung, adalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur DKI Jakarta, serta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019.

Dengan partisipasi di Pilpres 2019 hampir 81 persen, lanjut Pramono, merupakan partisipasi tertinggi, terbesar, dan terbanyak di seluruh dunia.

“Jadi Pak Jokowi bahkan Pak Prabowo kalau dijumlah orangnya yang memilih Pak Prabowo pada waktu itu lebih banyak dibandingkan yang memilih Trump atau Clinton,” jelasnya.

Artinya, sambung Pramoni, proses demokrasi di Indonesia sudah mengalami proses pendewasaan dan ini menjadi anugerah bersama. Walaupun yang mungkin juga menjadi pekerjaan rumah bersama, sekarang ini politik identitas perlahan-lahan semakin menonjol karena orang selalu melakukan pendekatan memberikan previlige kepada kelompok mayoritas dibandingkan minoritas.

“Suku menjadi hal yang dipertimbangkan dalam memilih, agama dipertimbangkan dalam memilih. Mudah-mudahan dalam proses rasionalitas yang bisa dilakukan dalam demokrasi ini, ini juga mendewasakan bangsa kita di dalam memilih pemimpinnya,” urai Pramono.

Infrastruktur dan SDM

Pada bagian lain pidatonya, Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden berkali-kali mengatakan tidak ada lagi visi menteri atau apapun, yang ada hanya visi Presiden.

Saat ini, menurut Pramono, Presiden mengarahkan agar pembangunan infrastruktur dilanjutkan, karena memang konektivitas masih menjadi persoalan di Indonesia.

“Kalau Bapak-bapak lihat pembangunan di Indonesia sekarang ini jangan lihat di Jawa, lihatlah di luar Jawa karena kalau lihat di Jawa dari dulu Jawa selalu dibangun, tetapi di luar Jawa proses pembangunannya lebih massif daripada di Jawa,” jelas Pramono Anung.

Menurut Pramoni, banyak orang tidak membayangkan trans Sumatra sebentar lagi Tahun 2023 akan tersambung jalan tol dari ujung ke ujung trans Sumatra dan mudah-mudahan paling lama 2024 akhir itu sudah akan terselesaikan.

“Demikian juga dengan tran Kalimantan sekarang baru ruas Balikpapan-Samarinda, tentunya akan dilanjutkan dengan Banjarmasin dan kemudian ke Palangkaraya,” imbuh Pramono.

“Kalau mau melihat bandara/pelabuhan yang bagus sekarang, , jangan lihat di Jawa, lihatlah di luar Jawa karena memang pembangunan ini tidak lagi Jawasentris tetapi menjadi Indonesiasentris,” ucapnya lagi.

Pramono menambahkan, terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM), Seskab menyampaikan bisa menjadi sinergi, berkolaborasi dan mutual yang bekerja sama dengan pemerintah karena tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah.

“Kalau pendekatannya terlalu birokrasi dengan BKL-BKL yang ada dengan sistem pendidikan yang tidak kita ubah maka kita tidak bisa melakukan lompatan seperti yang diharapkan oleh Bank Dunia, IMF, Mc Kinsey, maupun Bappenas sendiri Indonesia di tahun 2045 menjadi 4 atau 5 kekuatan ekonomi dunia,” tambahnya. (snc)

Sumber: BPMI Seskab

Editor: Hermanto Sipayung

Peristiwa

Diduga Terlibat Alihkan Truk Jaminan Fidusia, Oknum TNI Digugat Perusahaan Leasing

4 Juni 2026 | 23:40 WIB
Peristiwa

Lima Pemilik Sabu dan Ganja Ditangkap, Polisi Sita 139 Paket Narkoba di Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 23:06 WIB
Peristiwa

Diduga Sebarkan Video Asusila Mantan Pacar, Dua Warga Bintangbayu Dilaporkan ke Polres Sergai

4 Juni 2026 | 20:21 WIB
Sudut Pandang

Hadiri Pelantikan Panitia GAMKI, Wesly Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kepemimpinan Pemuda

4 Juni 2026 | 19:53 WIB
Peristiwa

Kejari Simalungun Perkuat Pengawasan Dana Desa Melalui Program Jaga Desa di Dolok Batu Nanggar

4 Juni 2026 | 17:44 WIB
Peristiwa

Wesly Silalahi Dapat Apresiasi BPKP atas Komitmen Cegah Korupsi di Pemko Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 17:07 WIB
Peristiwa

Dua Pekan Tanpa Identitas, Jenazah Perempuan Misterius Akhirnya Dimakamkan Polsek Bandar Huluan

4 Juni 2026 | 16:37 WIB
Peristiwa

Penjual Mie Goreng di Pematangsiantar Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Rumah

4 Juni 2026 | 11:24 WIB
Peristiwa

Rismaida br Siahaan Ditemukan Meninggal di Kedainya! Ternyata Dirampok, Pelaku Ditangkap saat Sembunyi di Hotel Nadia Siantar

4 Juni 2026 | 10:08 WIB
Peristiwa

Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

4 Juni 2026 | 09:47 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber