SimadaNews.com – Pembina Relawan Dulur Ganjar Pranowo (DGP), Pri Kuntadi – akrab dengan sapaan Kunto – mengungkapkan bahwa pemberdayaan UMKM, Koperasi DGP, pertanian, peternakan ayam serta produk pertanian, sektor ekonomi kerakyatan atau ekonomi keumatan, harus menjadi program utama bagi Relawan DGP dan masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan Kunto, dalam pertemuan kedua dengan Relawan DPW DGP Yogyakarta, Jumat (22/01/2021).
Melalui arahan yang disampaikan Kunto tersebut, Relawan DPW DGP Yogyakarta akhirnya merumuskan sebuah program andalan dan utama, yaitu mendirikan Koperasi DGP.
Kenapa koperasi? Karena koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat, sangat tepat dan harus selalu dikampayekan secara terus menerus.
Sekar, salah seorang inisiator penggerak DGP Yogyakarta mengungkapkan, bahwa koperasi dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan agar cita-cita rakyat mendapatkan kesejahteraan dari sektor perekonomian dapat diwujudkan.
Pertemuan kedua dengan Kunto tersebut, dihadiri perwakilan pendeta dari wilayah Yogyakarta, Bantul dan Wonosari, di antaranya para gembala sidang 7 gereja, yakni Budi Santosa, Widodo, Jony Teguh, serta Deo.
“Kita dapat ilmu pemberdayaan, melalui pertanian dan peternakan, bagaimana memaksimalkan yang ada di kita dengan sentuhan ekonomi kerakyatan,” kata Sekar.
MENGENTASKAN KEMISKINAN
Kunto, pada kesempatan itu mengingatkan relawan Yogyakarta, “bila programa tersebut dapat bergulir dengan konsep yang baik, maka cita-cita Nasional dalam mengentaskan kemiskinan dapat tercapai melalui metode Dulur Ganjar Pranowo.”
Disampaikan Kunto, bahwa sekecil apapun aksi, segera lakukan agar apa yang kita bicarakan atau pikirkan, tidak hanya sebatas wacana.
“Itu pesan penting yang disampaikan Pak Kunto sebagai pembina Relawan DGP se Nusantara,” kata Sekar.
MENYEBAR KE SELURUH INDONESIA
Ketua Umum DPP DGP, Raden Zieo Suroto sangat mengapreasi apa yang disampaikan Pembina DGP, Pri Kuntadi atau Kunto kepada DPW DGP Yogyakarta.
“Apa yang sudah terkemas pada acara seperti ini, mudah-mudahan akan menyebar ke seluruh Indonesia, karena diskusi ini sangat penting untuk dapat mengurai permasalahan ekonomi yang digagas relawan seluruh nusantara dan dapat diterapkan di tengah masyarakat Indonesia,” katanya.
Raden Suroto mengingatkan, terutama keaadaan sekarang ini masih PSPB pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
“Saya selalu berpesan dalam pertemuan pertemuan kecil pun, agar jangan lupa mematuhi Prokes yang dianjurkan pemerintah. Karena salah satu upaya mencegah sebaran Covid-19 adalah mematuhi protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah, baik Pusat ataupun Pemerintah Daerah,” kata Raden Suroto
PESAN BAGI RELAWAN DGP
Raden Suroto menyampaikan pesan kepada seluruh Relawan DGP se Nusantara, apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan meski selangkah pun.
“Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata,” kata Raden Suroto yang menyebutkan motto Relawan Independen DGP: “Mengumpulkan yang tercecer, Merapikan yang berserakan, Menjemput yang tertinggal”. “Cepat memang ada yang harus dikejar. Lambat tentunya ada yang harus ditunggu. Bangsa kita memang butuh kesabaran revolusioner.”
Sementar itu, Ketua Bidang Media dan Kaderisasi DPP DGP, Tenor Amin Sutanto mengungkapkan, bahwa dalam setiap kegiatan DGP, relawan harus melibatkan peran media, apakah itu media online, cetak, mau pun elektronik.
“Setiap pertemuan relawan jangan lupa libatkan wartawan untuk meliput walaupun kegiatan Relawan DGP tersebut dalam skala kecil,” kata Tenor Sutanto. (ingot simangunsong)