SimadaNews.com-Kota Pematang Siantar, setiap harinya menghasilkan 300-350 ton sampah per hari, dan berpotensi bisa dikelola menjadi sumber energi listrik.
Hal itu terungkap, saat Rapat Komisi III DPRD Kota Siantar dengan Dinas Lingkungan Hidup, di ruangan Komisi III, Selasa 25 Juli 2023.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Denny Siahaan, beragenda membahas Ranperda Kota Siantar tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 tentang program kerja.
Kadis Lingkungan Hidup Kota Pematang Siantar, Deddy T Setiawan, menerangkan bahwa untuk masalah TPA kondisi lahan TPA masih berbentuk sewa. Di mana TPA yang berada di Tanjung Pinggir menampung sampah 350 ton per hari.
Deddy menyebutkan dengan adanya sampah begitu banyak, pihaknya sudah pernah berkomunikasi dengan investor yang akan mengolah sampah.
“Walaupun begitu banyaknya sampah, itu ada bisa kita gunakan dan hasilkan dengan penemuan karbon, kalsium,” terang Deddy T. Setiawan.
Dia menuturkan, dalam hal pengelolaan sampah, pihak investor sudah diminta untuk menyelesaikan semua persyaratan.
” Ini tinggal proses. Sertifikasi peralatan tenaga ahli,” katanya.
Pihak DLH, lanjut Deddy, juga sudah memprogramkan 7, 6 hektar lahan di Gurila, namun kemungkinan itu bisa terealiasi tiga tahun mendatang.
Menanggapi masalah sampah, anggota DPRD Astronot Nanggolan menyinggung bahwa banyaknya laporan masyarakat kepadanya tentang pembuangan bak sampah sudah banyak rusak.
Usai rapat, ketika dikonfirmasi wartawan soal program sampah sebagai pembangkit tenaga listrik, Deddy T Setiawan mengaku Pemerintah Kota Pematangsiantar telah menandatangani kerja sama (MoU) dengan PT Solusi Energi Ramah Lingkungan untuk membangun pembangkit listrik dengan tenaga sampah.
Pembangkit nanti akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba.
Deddy mengungkapkan dengan mennjalin kerja sama pengelolaan sampah, dapat mengurangi beban sampah per hari. Ia mengatakan pembangkit itu akan menghabiskan 100 ton semua jenis sampah setiap hari.
Dia menambahkan, Pemko hanya menyediakan lahan, bahan baku, dan armada yang mengangkut sampah. Ia menilai dengan ini dapat meningkatkan energi listrik di Kota Pematangsiantar.
“Pembangkit listrik tenaga sampah ini dapat menghasilkan 2 Megawatt atau 2.000.000 watt. Kalau teknisnya begini 100 ton sampah per hari dapat mengahsilkan 2 MW per hari. Mereka hanya minta 100 ton saja. Kita hanya sistemnya mengurangi usia dari TPA dan beban sampah,” katanya. (snc)
Laporan: Romanis Sipayung