SimadaNews.com– Semangat Marharoan Bolon atau gotong royong kembali bergema di tengah-tengah masyarakat Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.
Warga Huta 7 dan Huta 3 turun langsung memperbaiki dan membuka akses jalan demi mendukung kelancaran aktivitas warga sehari-hari.
Di Huta 7, warga bersama perangkat nagori melakukan pengecoran Jalan Widodo, salah satu akses vital yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.
Dengan semangat kebersamaan, pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 15 meter itu dilakukan secara swadaya. Material yang digunakan berasal dari sumbangan warga, meliputi 20 sak semen, satu truk pasir, dan bahan bangunan lainnya.
“Pengecoran jalan ini merupakan bentuk Marharoan Bolon, budaya gotong royong masyarakat Simalungun. Ini murni inisiatif warga yang peduli terhadap infrastruktur lingkungan mereka,” ujar Pangulu Nagori Karang Sari, Yudha Muspianto.
Di waktu yang sama, warga Huta 3 juga melaksanakan Marharoan Bolon dengan membuka akses jalan baru sepanjang 100 meter. Jalan tersebut direncanakan akan langsung dilanjutkan ke tahap pengecoran pada pekan depan.
Yudha menambahkan, semangat Marharoan Bolon bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas sosial, serta menjadi bagian dari upaya membantu pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang belum terjangkau.
Kegiatan ini turut didukung Babinsa dan perangkat nagori lainnya. Kehadiran mereka menjadi motivasi tersendiri bagi warga yang terlibat dalam kerja bakti tersebut.
Semangat gotong royong ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak harus menunggu pemerintah pusat atau daerah. Dengan tekad, kebersamaan, dan kepedulian sosial, masyarakat dapat memulai pembangunan dari tingkat paling bawah. (SNC)
Laporan: Ilham