SimadaNews.com- Jemaat (PMJ) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Haranggaol menyalurkan bantuan “Boras Tenger” kepada para jemaat yang terdampak musibah angin kencang pada Sabtu, 19 Juli 2025 lalu.
Musibah yang terjadi di Kecamatan Haranggaol itu mengakibatkan kerusakan parah pada atap 18 rumah warga, termasuk rumah sejumlah jemaat GKPS Haranggaol.
Menanggapi hal tersebut, PMJ GKPS segera melakukan pendataan dan memutuskan memberikan bantuan dalam bentuk tradisi simbolis “Boras Tenger” (menaruh beras di atas kepala), sebagai bentuk dukungan rohani dan sosial.
Acara penyaluran bantuan berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, di sela ibadah jemaat, dan dipimpin langsung oleh Preases Distrik III GKPS, Pdt. Jan Sudiaman Sinaga.
“Ini sebagai tanda bahwa kami turut merasakan penderitaan para bapak dan inang yang terdampak bencana angin kencang. Boras Tenger ini adalah simbol bahwa gereja hadir di tengah-tengah duka jemaat,” ujar Porhanger GKPS Haranggaol, Joni Vitson Sinaga.
Ia menegaskan bahwa GKPS akan selalu peduli dalam suka maupun duka seluruh jemaatnya, khususnya di Haranggaol.
Sementara itu, Pdt. Jan Sudiaman Sinaga mengajak seluruh jemaat untuk tetap teguh dalam iman di tengah musibah yang terjadi.
“Kita tidak boleh mengaitkan peristiwa ini dengan dosa. Ini murni fenomena alam yang dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Haranggaol. Maka dari itu, jangan sampai iman kita goyah terhadap Tuhan Yesus Kristus,” pesan Pdt. Jan.
Ia berharap seluruh jemaat yang terdampak tetap kuat dan terus bersandar pada kasih dan kuasa Tuhan.
Sebagai informasi, bencana angin kencang tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah warga, mulai dari seng yang terlepas hingga atap yang tercerai dari bangunan utama. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (SNC)
Laporan: Soemardi Sinaga