SimadaNews.com-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pematangsiantar menggelar Seminar Pendidikan bertema “Guru Bermutu, Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” pada Jumat (21/11) di Aula SMK Swasta Bintang Timur.
Kegiatan ini diikuti ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan di kota tersebut.
Ketua Panitia, Restar Tambunan MPd, mengatakan bahwa seminar digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI.
“Seluruh guru di Kota Pematangsiantar ikut berpartisipasi. Ini momentum untuk memperkuat kompetensi sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Ketua PGRI Pematangsiantar, Drs Risbon Sinaga MM, menegaskan pentingnya menjaga marwah dan solidaritas guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Ia menekankan bahwa disiplin menjadi fondasi utama dalam membentuk profesionalisme tenaga pendidik.
“Disiplin adalah kunci keberhasilan. Kami ingin guru tetap diperhitungkan dalam pembangunan bangsa,” katanya.
Mewakili Wali Kota Pematangsiantar, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, Lahiri Amri G Hasibuan SATU, menyampaikan bahwa pemerintah kota berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana.
“Peran guru sangat sentral sebagai pilar pendidikan. Pemerintah mendorong peningkatan profesionalisme dalam melaksanakan tugas yang mulia,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Ir Drs Robert Tua Siregar MSi PhD dari UNPRI, memaparkan materi tentang krisis otoritas dalam dunia pendidikan modern.
Ia menjelaskan bahwa otoritas pendidikan telah memiliki landasan hukum kuat melalui UUD 1945 Pasal 31 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Narasumber lainnya, Mangihut Sinaga SH MH, Anggota DPR RI Komisi III, membawakan materi tentang perlindungan hukum bagi guru.
Ia menegaskan bahwa perlindungan hukum adalah hak fundamental yang harus dijamin negara agar guru dapat bekerja dengan aman dan bermartabat.
“Guru adalah pertahanan negara. Saya bisa berdiri hari ini karena guru. Namun undang-undang perlindungan guru sering diabaikan. Ada apa?” tegas Mangihut dalam paparannya.
Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pendidik menuju terwujudnya Indonesia Emas. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung

