SimadaNews.com — Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Melihat besarnya skala kerusakan dan luasnya wilayah terdampak, IMM Sumut mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status Bencana Nasional.
Ketua Umum IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menegaskan bahwa penetapan status tersebut merupakan langkah penting untuk mempercepat penanganan dan meningkatkan koordinasi lintas-lembaga.
“Skala bencana sudah melampaui kapasitas penanganan daerah. Pemerintah pusat harus hadir secara penuh dengan menetapkan status Bencana Nasional agar sumber daya, anggaran, dan instrumen penanganan bisa dimobilisasi secara maksimal,” tegasnya.
IMM Sumut meminta pemerintah untuk Menetapkan status Bencana Nasional atas banjir dan longsor di berbagai provinsi di Sumatera.
Mempercepat penanganan darurat, termasuk evakuasi korban, pembukaan akses jalan, dan distribusi logistik secara merata.
Menggerakkan seluruh kekuatan nasional, seperti TNI, Polri, BNPB, kementerian terkait, serta relawan, untuk percepatan penanganan.
Menjamin proses pemulihan jangka panjang, meliputi rehabilitasi infrastruktur, perbaikan permukiman, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial.
Melakukan investigasi menyeluruh mengenai faktor penyebab, termasuk kerusakan lingkungan dan tata kelola ruang, guna mencegah kejadian serupa.
Penanganan di Sumut Dinilai Belum Maksimal
IMM Sumut menyoroti kondisi di Sumatera Utara yang hingga kini masih banyak wilayah belum terjangkau bantuan. Akses menuju beberapa lokasi terhambat material longsor dan tingginya genangan banjir.
“Negara Tidak Boleh Lambat”
Taufiq Pardede menegaskan bahwa keterlambatan penanganan hanya akan memperburuk dampak bencana.
“Setiap jam keterlambatan berarti nyawa dan masa depan masyarakat dipertaruhkan. Pemerintah harus bertindak cepat, terkoordinasi, dan berskala nasional,” ujarnya.
IMM Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemanusiaan, dan pemerintah daerah untuk terus bersinergi memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan bantuan tepat sasaran hingga ke seluruh titik pengungsian. (SNC)
Laporan: Arif

