SimadaNews.com-Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan 12,5 ton bibit padi varietas Ciherang kepada kelompok tani di Kecamatan Sianjur Mulamula.
Penyerahan dipusatkan di Onan Limbong, Desa Aek Sipitudai, dan dihadiri Bupati Samosir Vandiko T. Gultom serta jajaran perangkat daerah terkait.
Bantuan merupakan hasil sinergi antara Pemkab Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya telah diusulkan Bupati Vandiko kepada Gubernur Sumut dan direalisasikan melalui P-APBD Provinsi.
Dari total 12,5 ton bibit, sebanyak 9,3 ton dialokasikan untuk Kecamatan Sianjur Mulamula dengan cakupan 372 hektare lahan dan 48 kelompok tani. Sisanya akan didistribusikan ke Kecamatan Pangururan dan Palipi.
Apresiasi Bupati kepada Pemprov Sumut
Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi atas perhatian besar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap sektor pertanian di Samosir.
“Walaupun Bapak Gubernur sedang berada di daerah bencana, bantuan ini tetap dapat disalurkan tepat waktu. Ini menunjukkan perhatian dan kepedulian luar biasa dari Pemprov Sumut terhadap petani kita,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kelompok tani agar segera memulai penanaman sesuai jadwal, karena keberhasilan pelaksanaan program ini akan menjadi dasar peningkatan bantuan di tahun mendatang.
“Segera kita tanam. Saya berharap tahun depan bantuan bagi sektor pertanian di Samosir semakin bertambah. Salam kolaborasi, Sumut berkah untuk kita semua,” tambahnya.
Bupati turut mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan menjaga kebersihan saluran irigasi guna mencegah potensi banjir yang dapat mengganggu area persawahan.
Pendampingan Intensif dan Pembentukan Brigade Pangan
Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, mengatakan bahwa bantuan bibit padi hibrida ini akan dibarengi dengan pemberian dolomit untuk sawah yang memiliki kandungan karat tinggi.
Pendataan oleh PPL telah dilakukan, dan sejumlah kelompok tani akan dijadikan lokasi demplot bekerja sama dengan PT Bio Energi Rimba.
“Masyarakat pemilik lahan dapat melaporkan kesediaan menjadi demplot. Kami akan memberikan pendampingan mulai dari pengolahan lahan hingga panen,” ujar Tumiur.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk dua brigade pangan beranggotakan petani milenial yang akan diperkuat peralatan alsintan, baik untuk pra-tanam maupun pascapanen. Brigade pangan tersebut akan bertugas di Kecamatan Harian dan Sianjur Mulamula untuk memperkuat pendampingan lapangan.
“Dengan pendampingan PPL dan brigade pangan, kita mendorong tanam serentak agar produksi meningkat bahkan dapat mencapai lima kali panen dalam dua tahun,” katanya.
Aspirasi Petani Terkait Sungai Binanga Bolon
Program ini mendapat apresiasi luas dari para petani. Ketua Kelompok Tani Napinasada Sipitudai, Pardiman Limbong, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkab Samosir yang dinilai konsisten mendukung petani.
“Kami sudah merasakan manfaat nyata, termasuk pendampingan dari PPL,” ujarnya.
Pardiman juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi Sungai Binanga Bolon di Kenegerian Limbong yang kerap meluap saat musim hujan.
“Sungai ini rawan banjir dan membuat petani was-was. Kami berharap Pak Bupati dapat melakukan normalisasi dan perbaikan tanggul,” tambahnya. (SNC)
Laporan: Benry Naibaho

