SimadaNews.com — Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) mendesak aparat kepolisian agar tidak menyepelekan kasus penembakan yang terjadi di Kelurahan Sondiraya Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, yang menyebabkan salah satu anggotanya menjadi korban.
Ketua Umum HIMAPSI, Dian Purba Tambak, menegaskan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus tersebut. Hingga lebih dari 3 x 24 jam pascakejadian, belum ada press release resmi dari pihak kepolisian kepada publik.
“Kami menilai kondisi ini menimbulkan kesan seolah-olah ada upaya menutup-nutupi atau menyembunyikan fakta dari masyarakat. Ini sangat mencederai rasa keadilan publik,” tegas Dian.
Ia mengungkapkan, satu dari korban saat ini berada dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke Medan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Oleh karena itu, HIMAPSI meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan transparan dalam mengungkap pelaku penembakan.
“Kami menuntut agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum secara profesional. Siapa pun pelakunya, termasuk apabila berasal dari internal kepolisian, tidak boleh dilindungi,” ujarnya.
Menurut Dian, kasus penembakan tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius dan tidak boleh diperlakukan sebagai perkara biasa.
“Penembakan ini adalah pelanggaran HAM berat. Polisi jangan main-main dengan kasus ini, karena dapat merusak kepercayaan dan citra institusi di tengah masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Dian mengingatkan agar pihak kepolisian segera memberikan penjelasan resmi kepada publik guna mencegah eskalasi situasi.
“Kami berharap aparat bertindak cepat dan terbuka. Jangan sampai kader-kader HIMAPSI terpaksa turun dan melakukan gerakan menuntut keadilan akibat lambannya penanganan kasus ini,” pungkasnya. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung

