HARI ini, SimadaNews genap berusia delapan tahun. Delapan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan jejak konsistensi, keteguhan sikap, dan komitmen moral dalam merawat ruang publik melalui informasi yang jujur dan bertanggung jawab.
Momentum ini bukan hanya perayaan hari lahir sebuah media, tetapi juga saat untuk berhenti sejenak merefleksikan perjalanan, sekaligus meneguhkan arah ke depan.
SimadaNews berdiri dari sebuah kegelisahan yang sederhana namun mendasar: kebenaran sering kali tidak memiliki panggung.
Banyak suara rakyat yang terpinggirkan, banyak fakta yang luput dicatat, dan tidak jarang kepentingan publik dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan.
Dari kegelisahan itulah SimadaNews lahir, bukan dari kemewahan, melainkan dari keyakinan bahwa media harus berdiri dengan nurani.
Di tengah derasnya arus informasi, sensasi, dan opini yang kerap dibungkus seolah-olah fakta, jurnalisme diuji pada titik paling mendasar yakni kejujuran.
SimadaNews memilih untuk tetap berpijak pada nilai utama pers menyajikan fakta apa adanya, objektif, dan berimbang. Bukan karena jalan ini paling mudah, tetapi karena inilah jalan yang benar.
Berita bukan semata tentang apa yang terjadi, melainkan tentang bagaimana sebuah peristiwa dipahami secara utuh dan adil. Di sinilah hati nurani jurnalis bekerja, menimbang dampak, memberi ruang kepada semua pihak, serta menghindari penghakiman.
SimadaNews percaya, kepercayaan publik hanya dapat dirawat ketika media setia pada kebenaran, bukan tunduk pada kepentingan.
Perjalanan delapan tahun ini penuh dinamika. Ada masa-masa sulit, keterbatasan, tekanan, bahkan upaya pembungkaman.
Ada pula saat ketika idealisme diuji oleh berbagai tawaran dan ancaman. Namun pada setiap persimpangan itu, satu prinsip selalu dipegang teguh: media yang takut pada kebenaran telah kehilangan maknanya.
Bagi SimadaNews, jurnalisme bukan sekadar cepat dan ramai, tetapi jujur, berani, dan bertanggung jawab. SimadaNews bukan hanya sebuah platform berita, melainkan ruang perjuangan tempat para jurnalis bekerja dengan keberanian, tempat fakta dicatat agar tidak hilang, dan tempat rakyat kecil tetap memiliki suara, meski sering kali tak terdengar.
Momentum HUT ke-8 ini juga menegaskan bahwa menjadi media lokal bukan berarti berpikir kecil. Justru dari daerah, demokrasi diuji, keadilan dipertaruhkan, dan kehadiran pers benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dari lokallah jurnalisme berakar dan menemukan maknanya yang paling nyata.
Kami menyadari, SimadaNews belum sempurna. Namun selama delapan tahun ini, satu hal terus kami jaga kepercayaan publik. Kepercayaan itulah yang membuat SimadaNews tetap berdiri, bertahan, dan terus melangkah di tengah tantangan zaman.
Di usia ke-8 ini, SimadaNews memperbarui ikrar: tetap segar dalam gagasan, terbuka pada perubahan, namun tidak kehilangan roh etikanya.
Kami tidak menjanjikan menjadi media terbesar, tetapi kami menegaskan komitmen untuk tetap merdeka, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh jurnalis, redaksi, kontributor, narasumber, mitra, dan pembaca setia SimadaNews.
Tanpa kebersamaan dan kepercayaan Anda, perjalanan ini tidak mungkin sampai sejauh ini.
Delapan tahun telah kami lewati.
Perjalanan belum selesai.
Dan SimadaNews akan terus ada
menjaga nurani, mencatat kebenaran, bersama rakyat. (*)
Hermanto Hamonangan Sipayung, SH, CIM, Pendiri dan Pemimpin Redaksi SimadaNews

