SimadaNews.com– Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Utara yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera.
Rakor digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/1/2025).
Bupati Samosir hadir didampingi Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang dan Kepala Bapperinda Rajoki Simarmata.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp430 miliar untuk penanganan pascabencana.
Anggaran tersebut dialokasikan ke lima bidang prioritas guna mempercepat pemulihan di daerah terdampak.
Alokasi terbesar difokuskan pada bidang infrastruktur sebesar Rp275 miliar, mencakup perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi rumah warga.
Sementara itu, bidang komunikasi dan informatika dialokasikan Rp1,68 miliar, pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, serta bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp110 miliar.
Selain itu, Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan 200 unit hunian tetap (huntap) dengan total anggaran Rp1,2 miliar atau Rp60 juta per unit, setara dengan bantuan huntap dari pemerintah pusat.
“Kita menunggu data dari kabupaten/kota dan akan menyinkronkan dengan data BNPB. Jika huntap sudah tercover semua oleh BNPB, anggaran ini akan kita tambahkan sehingga nilai rumah yang dibangun bisa lebih dari Rp60 juta,” ujar Bobby.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam pemulihan pascabencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. BNPB telah menyiapkan 5.951 unit huntap untuk Sumut, perbaikan jalan dan jembatan, serta bantuan logistik dan kebutuhan dasar lainnya.
“Walaupun status bencana sudah dicabut, pemerintah pusat tetap mendampingi pemulihan. Tidak boleh ada masyarakat yang masih mengungsi saat Ramadan. Biaya sewa rumah atau tinggal di kerabat ditanggung negara, termasuk bantuan Rp600 ribu per jiwa per bulan, Rp3 juta pengganti isi rumah, dan Rp5 juta modal usaha bagi pelaku usaha terdampak,” kata Suharyanto.
Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera Tito Karnavian menyampaikan bahwa indikator pemulihan daerah bencana meliputi berjalannya pemerintahan, layanan publik yang baik, akses transportasi lancar, aktivitas ekonomi kembali normal, serta ketersediaan BBM, listrik, gas, internet, dan air bersih.
“Secara umum Sumut sudah membaik. Tinggal beberapa daerah yang perlu percepatan, seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga,” ujar Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Utara.
“Kita berharap saudara-saudara kita yang terdampak dapat segera beraktivitas normal kembali, dan semoga musibah bencana alam seperti yang terjadi saat ini tidak terulang kembali,” kata Vandiko.
Rakor ini turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, unsur Forkopimda, seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta jajaran OPD terkait Pemprov Sumut. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho

