SimadaNews.com – Harapan warga Nagori Dolok Kataran, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, untuk menikmati jaringan internet yang lancar berubah menjadi kekecewaan. Rencana pembangunan tower telekomunikasi milik PT Tower Bersama Grup di Huta I Negeri Lawan justru memicu penolakan keras dari masyarakat setempat.
Penolakan mencuat dalam Rapat Sosialisasi Pemasangan Tiang Tower yang digelar di Kantor Pangulu Nagori Dolok Kataran, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sejak rapat dibuka, suasana langsung memanas. Puluhan warga yang hadir bergantian menyampaikan keberatan mereka, dengan nada tegas dan emosional.
“Kami bukan menolak tower. Kami ingin kampung kami maju. Tapi kami menolak keras kalau tower itu didirikan di Huta I, tepat di lahan milik Syafruddin,” teriak sejumlah warga serempak, menggambarkan kegelisahan yang selama ini terpendam.
Warga mengaku kecewa karena merasa tidak dilibatkan sejak awal dalam penentuan lokasi.
Mereka menilai pemerintah nagori terkesan lebih berpihak kepada pengembang dibandingkan mendengar aspirasi masyarakat.
Ketegangan sempat terjadi saat warga meminta Pangulu turun langsung memberikan penjelasan, bukan diwakili Maujana Nagori.
“Kami ingin pangulu yang bicara langsung kepada kami, bukan orang lain,” ucap seorang warga dengan nada tinggi, disambut sorakan warga lainnya.
Salah satu perwakilan masyarakat, Roy Purba (30), menegaskan bahwa penolakan bukan ditujukan pada pembangunan tower, melainkan pada lokasi yang dinilai tidak tepat.
“Kami mendukung penuh pembangunan tower. Tapi kami minta kepastian: akan dipindahkan ke mana, kapan dibangun, dan lokasinya di mana. Jangan menggantung harapan warga,” ujarnya.
Menanggapi penolakan tersebut, perwakilan PT Tower Bersama Grup bermarga Butar-Butar mengatakan pihaknya akan melaporkan situasi ini kepada pimpinan perusahaan.
“Kami akan sampaikan ke pimpinan dan berkoordinasi dengan operator. Lokasi bukan sepenuhnya ditentukan oleh kami. Ke depan akan kami cari alternatif lokasi lain berdasarkan citra satelit,” katanya.
Namun hingga rapat berakhir, tidak ada keputusan baru yang dihasilkan. Pemerintah Nagori Dolok Kataran dan pihak PT Tower Bersama Grup sepakat bahwa hasil rapat tetap mengacu pada kesepakatan sebelumnya, yakni rapat tanggal 2 Desember 2025.
Pangulu Nagori Dolok Kataran, Budi Henrawan Syahputra Purba, menegaskan dirinya tetap berpihak kepada masyarakat.
“Saya mengikuti apa yang menjadi kemauan warga. Tapi perlu saya sampaikan, tower ini sebenarnya sangat dibutuhkan untuk memperlancar jaringan internet di desa kita,” ucapnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Maujana Nagori, perwakilan Camat Dolok Batunanggar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta puluhan warga Huta I Negeri Lawan. Hingga kini, warga masih menunggu kepastian, berharap pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan rasa aman dan keadilan di kampung mereka. (SNC)
Laporan: Saiun Basir

