SimadaNews.com– Nama Drs. H. Akhyar, M.Pd mungkin terdengar sederhana, namun jejak pengabdiannya di dunia pendidikan meninggalkan kesan mendalam.
Setelah lebih dari dua dekade mendedikasikan diri sebagai pendidik dan pemimpin sekolah, ia resmi memasuki masa pensiun pada Februari 2026.
Bagi banyak kalangan, H. Akhyar bukan sekadar kepala sekolah. Ia dikenal sebagai sosok bersahabat, terbuka, dan rendah hati.
Hubungannya yang hangat dengan para jurnalis pendidikan menjadi salah satu cerminan kepemimpinannya yang humanis.
Bagi jurnalis, H. Akhyar bukan hanya narasumber, melainkan mitra dialog. Ia memahami peran media sebagai jembatan informasi antara sekolah dan masyarakat, bukan sebagai ancaman.
“Setiap kami datang ke sekolah, beliau selalu menyambut dengan senyum. Bahkan saat sibuk, beliau tetap meluangkan waktu,” ujar Toni, salah seorang wartawan yang kerap meliput kegiatan sekolah, Jumat (30/1/2026).
Menurut Toni, H. Akhyar tidak pernah alergi terhadap kritik. Bahkan, ia kerap meminta masukan dari wartawan terkait citra dan persepsi publik terhadap sekolah yang dipimpinnya.
Hal senada disampaikan Bogi Tambunan. Selama menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 6 Pematangsiantar, H. Akhyar dinilai berhasil membawa perubahan signifikan.
Dari kondisi awal dengan jumlah siswa yang masih terbatas, sekolah tersebut berkembang pesat hingga memiliki ratusan siswa dan siswi.
Tak hanya itu, di bawah kepemimpinannya, SMA Negeri 6 Pematangsiantar memiliki gedung sekolah permanen yang layak dan representatif.
Prestasi tingkat nasional pun diraih, termasuk penghargaan Sekolah Adiwiyata yang mengantarkan sekolah tersebut mendapat undangan ke Istana Negara.
Pada periode kepemimpinannya di SMA Negeri 4 Pematangsiantar sejak 2023 hingga awal 2026, meski terbilang singkat, H. Akhyar kembali menorehkan capaian membanggakan.
Prestasi akademik meningkat, dengan sejumlah lulusan berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit, bahkan menembus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Beliau memang memasuki masa pensiun, tetapi warisan pengabdiannya akan terus kami kenang. Doa kami, semoga Bapak Akhyar dan keluarga selalu diberi kesehatan. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan di Kota Pematangsiantar,” ujar Bogi. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung

