SimadaNews.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar–Simalungun (PSS) merayakan Dies Natalis GMKI ke-74 secara nasional dan ke-64 tingkat cabang di Student Center GMKI-PSS, Jalan Asahan KM 3, Kabupaten Simalungun, Senin (09/02/2026).
Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang GMKI yang berdiri sejak 9 Februari 1950. Selama 74 tahun, GMKI telah melahirkan kader-kader yang berkiprah sebagai pemimpin dan penggerak pelayanan di Gereja, Perguruan Tinggi, dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri senior serta anggota GMKI Pematangsiantar–Simalungun. Rangkaian acara meliputi ibadah, upacara nasional dan organisasi, pembacaan pidato Ketua Umum, sambutan, serta pemotongan kue sebagai simbol syukur.
Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar–Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, menyampaikan apresiasi kepada seluruh senior dan anggota yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, bertambahnya usia GMKI harus dimaknai sebagai proses pendewasaan organisasi yang telah melewati berbagai dinamika internal maupun eksternal.
“Sejarah panjang tersebut perlu direfleksikan untuk menghadirkan semangat juang baru dalam pelayanan di Gereja, Perguruan Tinggi, dan masyarakat,” ujarnya.
Yova juga menekankan bahwa kader GMKI dipanggil menjadi pemimpin tanpa memandang gender, baik perempuan maupun laki-laki, dengan memposisikan diri sebagai pelayan untuk memuliakan nama Tuhan.
Menurutnya, kader GMKI harus teguh dalam pendirian, tidak sekadar mengikuti arus, tetapi terus berproses sesuai talenta yang dimiliki. Ia mengingatkan bahwa proses belajar tidak pernah selesai dan Tiga Medan Layan GMKI harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan kader.
Perayaan dies natalis ini menjadi panggilan bagi seluruh anggota untuk kembali merefleksikan perjuangan para pendahulu serta memperteguh komitmen pelayanan. Spiritualitas ditegaskan sebagai fondasi utama gerakan, dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai Kepala Gerakan.
Tanpa fondasi rohani yang kuat, gerakan berpotensi kehilangan arah. Tanpa keberanian moral, iman dapat tereduksi menjadi formalitas.
Dengan semangat “Ut Omnes Unum Sint”, GMKI meneguhkan komitmennya untuk terus berkarya bagi Gereja, Perguruan Tinggi, dan masyarakat. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung

