SimadaNews.com – Ahli Gizi Klinis Senior di Aster Hospitals India, Aditi Prasad Apte, membagikan tips praktis terkait pola minum air yang tepat guna mencegah dehidrasi selama berpuasa.
Dikutip dari laman Onlymyhealth, Kamis (19/2), Aditi menjelaskan masih banyak orang yang keliru dalam memenuhi kebutuhan cairan.
Sebagian minum terlalu sedikit, sementara lainnya justru mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan sekaligus saat berbuka, yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Menurut pedoman kesehatan, termasuk rekomendasi World Health Organization, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 8–10 gelas air atau setara 2–2,5 liter cairan antara waktu berbuka hingga sahur.
Aditi menekankan pentingnya minum air secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
Pola tersebut membantu tubuh menyerap cairan lebih efektif serta mencegah kembung.
“Minum sedikit demi sedikit sampai mencapai porsi yang cukup membantu hidrasi lebih optimal,” ujarnya.
Ia menyarankan pola hidrasi ideal dimulai dengan 1–2 gelas air saat berbuka, kemudian dilanjutkan sekitar 150 ml setiap 30–60 menit, serta 2–3 gelas air saat sahur.
Pola bertahap ini dinilai mampu menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang waktu puasa.
Selain itu, Aditi menganjurkan berbuka dengan air putih, kurma, dan makanan ringan yang tidak digoreng. Ia juga mengingatkan agar membatasi minuman berkafein seperti teh, kopi, dan soda karena bersifat diuretik sehingga meningkatkan pengeluaran cairan tubuh.
Minuman manis pun sebaiknya dikurangi karena dapat memicu lonjakan gula darah yang berujung pada rasa lelah.
Sebagai alternatif, ia merekomendasikan air putih, air kelapa secukupnya, air lemon tanpa gula, serta sup bening.
Tak hanya minuman, konsumsi makanan tinggi kandungan air juga penting untuk menjaga hidrasi. Beberapa pilihan yang dianjurkan antara lain semangka, jeruk, mentimun, yogurt, dan sup sayur bening.
Untuk menu sahur, Aditi menyarankan makanan yang membantu tubuh bertahan terhidrasi lebih lama seperti oat, telur, yogurt, buah-buahan, gandum utuh, serta kacang-kacangan dalam porsi kecil.
Menurutnya, kombinasi pola minum yang tepat dan pilihan makanan bergizi tidak hanya menjaga keseimbangan cairan, tetapi juga mendukung energi serta kesehatan pencernaan selama menjalani ibadah puasa. (SNC)

