SimadaNews.com-Raminah Saragih Garingging atau akrab disapa Oppung Raminah merupakan tokoh seni tradisi Simalungun yang diakui secara nasional atas dedikasi panjangnya menjaga warisan budaya leluhur.
Lahir di Sorbadolog, Kabupaten Simalungun, pada 10 Oktober 1934, ia dikenal sebagai maestro tor-tor Simalungun yang belajar tari secara otodidak sejak usia muda.
Dedikasinya selama puluhan tahun membawanya menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2023 kategori Maestro Seni Tradisi dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 316/P/2023, sebagai bentuk penghargaan atas kiprahnya melestarikan seni tor-tor dan pengetahuan adat Simalungun.
Pada malam puncak AKI 2023 di Jakarta, Oppung Raminah menerima Piagam dan Pin Emas, Dana apresiasi Rp50 juta, dan Dana apresiasi tahunan Rp25 juta seumur hidup sebagai maestro budaya
Perjalanan Seni dan Pelestarian Tradisi
Oppung Raminah dikenal luas karena kemampuannya merekonstruksi dan menghidupkan kembali tarian sakral yang hampir punah.
Beberapa karya penting yang ia pelihara antara lain: Tor-tor Tungkot Malehat, Tor-tor Nanggurdaha (Burung Garuda), Tor-tor Apuy (pemuja api), Tor-tor Raja Bongkala (kera putih), Tor-tor Imbou Manibung, Tor-tor Balang Sahua, Drama tari Panakboru Uou, Ritus Manogu Losung, Legenda Pining Anjei dan Sirotaggan Jorlang Hataran, sera Tor-tor Panisumbah, tarian magis untuk ritual bersih desa
Pada 2024, Tor-tor Panisumbah bahkan kembali dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta bersama budayawan Muhar Omtatok, menjadi bukti bahwa karya Oppung Raminah tetap relevan di panggung nasional.
Lebih dari Sekadar Penari
Selain penari, Oppung Raminah juga dikenal sebagai Penutur cerita rakyat Simalungun, Penyanyi tradisional, Pemijat tradisional dan Penjaga pengetahuan adat
Hingga usia senja (sekitar 91 tahun), ia masih aktif membina generasi muda melalui Sanggar Budaya Rayantara di Pematangsiantar–Simalungun.
Sanggar tersebut menjadi ruang penting bagi regenerasi seniman muda sekaligus pusat pelestarian identitas budaya Simalungun.
Perjalanan hidupnya pun telah diabadikan dalam buku Biografi Opung Raminah Garingging, Maestro Seni Tradisi, yang merekam jejak panjang perjuangannya menjaga budaya agar tidak hilang ditelan zaman. (SNC)

