SimadaNews.com- Perdagangan pasar saham domestik kembali bergairah pada Rabu (25/2/2026).
Setelah tertekan pada sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas di awal transaksi, ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi jumbo.
Data awal Bursa Efek menunjukkan IHSG dibuka menguat sekitar 0,9 persen atau naik lebih dari 70 poin ke kisaran level 8.350-an.
Rentang gerak indeks sempat menyentuh area 8.316 sebagai titik terendah dan mendekati 8.360 pada level tertinggi di sesi pembukaan. Mayoritas saham pun berada di zona hijau, mencerminkan kembalinya minat beli investor.
Penguatan indeks terutama digerakkan oleh saham-saham unggulan. Beberapa emiten papan atas mencatat kenaikan harga, antara lain PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik lebih dari 1 persen, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat sekitar 1,4 persen, serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turut mengapresiasi di atas 1 persen.
Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga masuk jajaran penopang kenaikan indeks pada perdagangan pagi.
Kondisi ini menegaskan peran saham kapitalisasi besar sebagai “lokomotif” IHSG ketika pasar mencoba bangkit dari koreksi.
Kenaikan pada pembukaan hari ini terjadi setelah IHSG menutup perdagangan sebelumnya di zona merah.
Tekanan jual, khususnya pada sektor energi, sempat menyeret indeks turun lebih dari 1 persen ke area 8.280.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai secara teknikal momentum indeks sempat melemah.
Ia menyebut indikator menunjukkan sinyal jenuh beli, sehingga pasar bergerak korektif.
Namun rebound bursa global serta sentimen eksternal dinilai membuka peluang penguatan di awal sesi domestik.
“Momentum histogram MACD mulai melemah dan terjadi death cross Stochastic RSI,” ujarnya terkait kondisi teknikal perdagangan sebelumnya.
Di tengah penguatan IHSG, investor tetap mencermati sejumlah faktor eksternal. Ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat dan ekspektasi suku bunga global yang masih ketat menjadi latar volatilitas pasar.
Nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS juga ikut menjadi perhatian pelaku pasar.
Meski begitu, rebound di Wall Street serta stabilnya kebijakan suku bunga di Tiongkok memberi ruang optimisme bagi pelaku pasar regional, termasuk Indonesia.
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 8.200–8.250 pada perdagangan jangka pendek.
Selama indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan dinilai masih terbuka.
Dengan dominasi saham unggulan sebagai penopang utama, pelaku pasar kini menanti apakah penguatan pagi ini sekadar technical rebound atau menjadi sinyal awal pemulihan tren positif IHSG dalam beberapa sesi ke depan. (SNC)

