SimadaNews.com – Semangat Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial.
Tokoh nasional sekaligus pengusaha, Novri Ompusunggu, dijadwalkan menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan doa tolak bala untuk masyarakat dan bangsa.
Kegiatan religius tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Pondok Persulukan Babussalam, Nagori Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.
Informasi itu disampaikan pimpinan persulukan, Ahmad Sabban Rajagukguk, yang akrab disapa Tuan Guru Batak (TGB), Kamis (26/2/2026). Ia menegaskan, agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu dinanti masyarakat.
Menurut TGB, buka puasa bersama ini menjadi wujud nyata kepedulian H. Novri terhadap warga, khususnya di wilayah Simalungun dan Pematangsiantar.
Selama ini, kata dia, berbagai kegiatan sosial telah dilakukan, mulai dari bantuan kemasyarakatan hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
“Di Ramadan yang penuh kemuliaan ini, buka puasa bersama akan dirangkai doa tolak bala bagi masyarakat dan bangsa. Kita melihat belakangan ini banyak musibah terjadi di Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat,” ujar TGB.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum spiritual untuk memohon perlindungan serta keselamatan bagi masyarakat luas.
Selain tokoh agama dan tokoh masyarakat, acara juga akan diisi santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
TGB menambahkan, suasana acara diperkirakan berlangsung meriah namun tetap khidmat, sebagaimana tradisi kegiatan keagamaan yang rutin digelar di Persulukan Babussalam.
Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan mempererat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Milenial Novri Ompusunggu, Rizki Ramadhan Gultom, menyampaikan apresiasi kepada H. Novri dan TGB atas terselenggaranya agenda tersebut.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberi manfaat bagi masyarakat yang hadir.
Agenda buka puasa bersama dan doa tolak bala ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai spiritual di tengah masyarakat, terutama dalam menyambut bulan suci yang identik dengan kepedulian dan solidaritas sosial. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung

