SimadaNews.com-Harga emas batangan di gerai Pegadaian bergerak melemah di akhir Februari 2026. Dua produk populer, UBS dan Galeri 24, tercatat kompak turun tipis pada perdagangan Sabtu (28/2), memicu perhatian investor ritel yang memantau momentum beli logam mulia.
Penyesuaian harga terbaru menunjukkan emas UBS kini berada di level Rp3.080.000 per gram, turun sekitar Rp3.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Sementara itu, emas Galeri 24 dipatok Rp3.065.000 per gram dan relatif stabil dibanding perdagangan Jumat.
Koreksi tipis ini menandai fase konsolidasi harga emas ritel setelah sempat mendekati level Rp3,1 juta per gram dalam beberapa hari terakhir.
Investor memandang pergerakan terbatas tersebut sebagai sinyal pasar yang masih menunggu arah baru dari dinamika global.
Pergerakan Harga Masih Fluktuatif
Data dari laman resmi Pegadaian pada Sabtu pagi memperlihatkan perubahan harga yang cenderung moderat.
Penurunan pada produk UBS menjadi sorotan karena sebelumnya sempat berada di Rp3.083.000 per gram pada Jumat (27/2).
Di sisi lain, produk Galeri 24 mempertahankan harga, mencerminkan stabilitas permintaan pada segmen emas ritel.
Kondisi ini menunjukkan pasar logam mulia domestik masih bergerak mengikuti faktor global, mulai dari arah suku bunga hingga sentimen geopolitik.
Rincian Harga Beberapa Pecahan
Untuk pecahan kecil hingga menengah, harga emas Galeri 24 tercatat antara Rp1.608.000 untuk 0,5 gram hingga Rp297.764.000 untuk 100 gram.
Adapun UBS dijual mulai Rp1.664.000 untuk 0,5 gram dan mencapai Rp299.109.000 pada ukuran 100 gram.
Variasi harga tersebut memberi pilihan bagi masyarakat, baik investor pemula maupun pembeli jangka panjang yang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Investor Menunggu Momentum Baru
Pelaku pasar menilai fluktuasi tipis di akhir bulan merupakan hal wajar, terutama ketika investor global menimbang arah kebijakan moneter dan inflasi.
Emas masih diposisikan sebagai aset aman, namun momentum kenaikan lanjutan cenderung tertahan oleh stabilnya nilai tukar dan pergerakan harga emas dunia yang belum agresif.
Meski demikian, emas tetap menjadi salah satu instrumen favorit masyarakat karena kemampuannya menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.
Harga yang bergerak dinamis juga membuka peluang strategi beli bertahap bagi investor ritel. (SNC)

