• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsPeristiwa
Di Balik Dinding Papan Gang Jengkol, Harapan Tiga Bersaudara yang Tak Pernah Padam

Desima dan Serly, saat di rumah mereka di di Jalan Farel Pasaribu, Gang Jengkol, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat.

Di Balik Dinding Papan Gang Jengkol, Harapan Tiga Bersaudara yang Tak Pernah Padam

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
28 Februari 2026 | 16:14 WIB
Rubrik: Peristiwa

SimadaNews.com-Pagi itu, cahaya matahari menyelinap di sela-sela dinding papan sebuah rumah kontrakan sederhana di Jalan Farel Pasaribu, Gang Jengkol, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat.

Di rumah kecil itulah tiga bersaudara, Serly, Desima, dan Marudut Pandiangan, menjalani hari-hari mereka tanpa ayah, tanpa ibu, dan tanpa kepastian.

Di usia yang tak lagi muda—Desima (45), Marudut (43), dan Serly (41) mereka belum pernah membangun keluarga sendiri.

Bukan karena tak ingin, melainkan karena hidup telah menempatkan mereka pada perjuangan yang berbeda.

Serly, si bungsu, kini menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari, ia menerima upah dari pekerjaan memayet pakaian pekerjaan rumahan yang menuntut ketelitian dan kesabaran.

Dari hasil itulah dapur tetap mengepul, meski kadang hanya dengan lauk seadanya.

“Saya yang bekerja untuk kami bertiga,” ucap Serly lirih, Jumat (27/2/2026), sembari menunduk.

Sejak lulus SMA, Desima mengalami gangguan kejiwaan. Kondisinya membuat ia tak mampu bekerja.

Sementara Marudut pernah mengalami kecelakaan yang memaksanya menjalani operasi pemasangan pen di kaki. Hingga kini, pen itu belum pernah dilepas karena keterbatasan biaya.

Langkah Marudut tak lagi tegap. Ia lebih sering duduk di sudut rumah, menahan nyeri yang sesekali datang. Desima pun lebih banyak berdiam diri. Di tengah keterbatasan itu, Serly berdiri sebagai satu-satunya sandaran.

Sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia, hidup terasa semakin berat. Bantuan sosial yang dulu sempat mereka terima melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tak lagi datang.

“Dulu pernah dapat bantuan PKH, tapi sekarang sudah tidak pernah lagi,” kata Serly, suaranya nyaris tak terdengar.

Tak ada keluhan panjang yang keluar dari bibirnya. Hanya tatapan yang menyiratkan kelelahan dan harapan yang tertahan. Meski hidup dalam kekurangan, Serly mengaku tetap bersyukur.

“Kami masih diberi napas sampai hari ini,” ujarnya pelan.

Namun syukur saja tak cukup untuk membayar biaya berobat atau membeli beras ketika persediaan menipis. Harapan mereka sederhana perhatian dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Serly berharap bisa mendapatkan BPJS Kesehatan gratis agar pengobatan kakak dan abangnya dapat ditangani dengan layak. Bantuan beras pun menjadi kebutuhan mendesak.

“Saya memohon kepada pemerintah, khususnya kepada Bapak Wali Kota, agar memperhatikan kami. Kami berharap bisa mendapat BPJS gratis dan bantuan beras,” ucapnya penuh harap.

Di balik sempitnya Gang Jengkol, kisah tiga bersaudara ini menjadi potret sunyi tentang warga yang berjuang tanpa banyak suara. Mereka tidak menuntut lebih hanya ingin hidup sedikit lebih layak, dengan akses kesehatan dan jaminan kebutuhan pokok.

Di rumah berdinding papan itu, harapan masih ada. Meski rapuh, ia belum patah. (SNC)

Laporan: Romanis Sipayung

Peristiwa

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika dan Amankan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Peristiwa

Kurir 1 Kilogram Sabu di Pematangsiantar Ternyata Residivis Empat Kali, Pernah Terlibat Pembakaran hingga Narkoba

3 Juni 2026 | 20:24 WIB
Peristiwa

Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Gondol Emas Antam Bernilai Rp160 Juta dari Toko Emas di Pasar Horas Siantar

3 Juni 2026 | 17:33 WIB
Peristiwa

Operasi Antik Toba 2026, Polres Simalungun Ungkap 32 Kasus Narkoba dan Amankan 53 Tersangka

3 Juni 2026 | 14:36 WIB
Ekbis

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ariston Tua Tekankan Pentingnya Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

3 Juni 2026 | 10:27 WIB
Peristiwa

Pergi Ibadah, Guru SD Kehilangan Cincin Berlian dan Jam Tangan Rp7 Juta, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

3 Juni 2026 | 07:59 WIB
Peristiwa

Dugaan Kejanggalan SIP Perawat di RS Laras, Ketua PPNI Simalungun Angkat Bicara

2 Juni 2026 | 22:21 WIB
Peristiwa

Razia THM di Perdagangan, Dua Wanita Positif Narkoba Diamankan Polres Simalungun

2 Juni 2026 | 11:48 WIB
Pesona

Rakernas P3BP di Pematangsiantar Bahas Pelestarian Rumah Bolon dan Penguatan Organisasi

2 Juni 2026 | 11:17 WIB
Peristiwa

Tak Menyangka Disambut Polisi, Kurir Sabu dari Medan Diciduk Saat Tiba di Siantar

1 Juni 2026 | 22:53 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber