SimadaNews.com – Suasana haru menyelimuti Masjid Baitul Karim, Sabtu (28/2/2026) sore. Di tengah momentum Ramadan 1447 Hijriah, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang turun langsung menyapa dan menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim serta kaum dhuafa dalam program “Sapa Ramadhan” yang digelar door to door.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan unsur pemerintah kecamatan, hingga tausiyah agama. Namun momen paling menyentuh terjadi saat Kapolres secara pribadi menghampiri satu per satu penerima santunan.
Kapolres tidak berdiri di podium berjarak. Ia memilih duduk sejajar, berbicara hangat, bahkan mengusap kepala anak-anak yatim yang hadir.
“Saya datang bukan sekadar sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Simalungun,” ucapnya dalam sambutan yang disampaikan dengan nada tenang namun penuh penekanan.
Menurut Kapolres, Ramadhan menjadi momentum mempererat hubungan antara aparat, pemerintah, dan warga.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan kerja bersama.
Sorotan utama dalam sambutannya adalah bahaya narkoba yang kian mengancam generasi muda.
“Kita tidak boleh lengah. Peran keluarga sangat menentukan. Orang tua harus hadir, peduli, dan mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai generasi kita hancur karena kelalaian,” tegasnya.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Bapak Kapolres meminta data valid dari kelurahan dan nagori agar santunan tepat sasaran. Beliau ingin memastikan tidak ada yang terlewat,” ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu malam.
Di antara penerima santunan, Ahmad (12) tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengaku bercita-cita menjadi polisi.
“Tadi Bapak Kapolres tanya saya sekolah di mana dan mau jadi apa. Saya bilang mau jadi polisi. Beliau pesan supaya rajin belajar dan jauhi narkoba,” tuturnya polos.
Mak Siti (45), seorang ibu yang juga menerima bantuan, tak kuasa menahan air mata.
Ia merasa diperhatikan secara langsung. “Beliau tanya keadaan saya dan anak-anak. Saya tidak menyangka bisa sedekat ini,” katanya terisak.
Tak hanya menyerahkan santunan, Kapolres juga mengikuti rangkaian acara hingga berbuka puasa bersama masyarakat tanpa jarak protokoler. Ia duduk bercampur dengan anak-anak yatim dan warga dhuafa, berbincang santai sambil menikmati hidangan sederhana.
Wakapolres KOMPOL Imam Alriyuddin yang turut mendampingi menyebut kegiatan itu sebagai wujud kepemimpinan yang membumi.
“Ini bukan sekadar seremoni. Pak Kapolres ingin hadir dan mendengar langsung suara masyarakat,” ujarnya.
Program “Sapa Ramadhan” disebut akan berlanjut ke sejumlah kecamatan lain di wilayah Kabupaten Simalungun. Selain santunan sosial, kegiatan tersebut juga diisi pesan-pesan kamtibmas serta ajakan memperkuat kolaborasi tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban selama Ramadan.
“Ini bukan hanya tentang bantuan materi, tapi membangun kepedulian kolektif. Kami ingin masyarakat merasa aman, didengar, dan dilibatkan,” pungkas AKP Verry.
Di bulan penuh berkah ini, pesan yang digaungkan jelas: berbagi kepedulian dan menjaga generasi muda dari ancaman narkoba adalah tanggung jawab bersama. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

