SimadaNews.com-Harga emas batangan di Pegadaian kembali mencatatkan lonjakan signifikan pada awal pekan ini, Senin (2/3/2026).
Sentimen pasar yang memanas dan minat investor terhadap aset lindung nilai mendorong harga jual produk emas UBS maupun Galeri 24 terpantau meningkat dari hari sebelumnya, menurut data resmi Sahabat Pegadaian.
Dalam catatan terbaru, emas produksi UBS ukuran 1 gram kini dipasarkan di level sekitar Rp 3,17 juta, naik tipis dari posisi akhir pekan lalu.
Untuk pembelian kembali (buyback), produk ini dibanderol hampir Rp 2,93 juta per gram. Sementara pecahan kecil 0,5 gram dijual di kisaran Rp 1,71 juta dengan harga buyback sekitar Rp 1,47 juta.
Begitu pula di lini produk Galeri 24 milik Pegadaian sendiri di mana harga jual emas 1 gram naik ke sekitar Rp 3,13 juta, dengan harga buyback hampir Rp 2,94 juta.
Pecahan besar seperti 10 gram juga ikut terangkat menjadi lebih dari Rp 30,6 juta. Untuk ukuran satu kilogram (1.000 gram), harganya menembus angka di atas Rp 3 miliar.
Lonjakan ini merefleksikan pergerakan harga emas di pasar global, yang pada perdagangan awal pekan kemarin menunjukkan penguatan, membuat emas kembali jadi pilihan investor di tengah ketidakpastian ekonomi.
Aset ini dikenal sebagai ‘safe haven’ saat pasar modal dan mata uang bergejolak.
Analis pasar menilai bahwa harga emas domestik tidak lepas dari dinamika internasional, di mana harga spot emas dunia kembali menguat di level tinggi pada pembukaan pekan ini.
Ini menjadi sinyal pasar bahwa permintaan terhadap logam mulia masih kuat, apalagi menjelang musim ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, harga emas Antam yang juga dipasarkan melalui Pegadaian terpantau berada di atas Rp 3,3 juta per gram memperlihatkan selisih yang cukup dibandingkan produk UBS dan Galeri 24, namun tetap dalam tren kenaikan.
Dengan pergerakan harga yang dapat berubah setiap saat, masyarakat dan investor diimbau menimbang waktu pembelian atau penjualan emas secara hati-hati.
Pegadaian mengingatkan bahwa semua angka yang tercatat merupakan harga spot pada saat laporan, dan dapat bergeser mengikuti kondisi pasar global. (SNC)


