SimadaNews.com-Nuansa gondang dan tortor menggema di Nagori Saribuasi, Kecamatan Hatonduhan, Sabtu (28/2/2026).
Di tengah khidmatnya Pesta Parerean/Tugu Tambak Pomparan Op Bima Sinaga, sosok Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun, NY. Nanik M. Aritonang. Kehadiran keduanya bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan komitmen menjaga adat dan merawat kedekatan dengan masyarakat.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa partisipasi pimpinan Polres dalam pesta adat ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal.
“Kapolres bersama Ibu Ketua Bhayangkari hadir sebagai wujud kepedulian terhadap tradisi dan nilai kekeluargaan yang hidup di tengah masyarakat Simalungun,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Acara adat tersebut turut dihadiri Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Tuan Guru Batak Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajaguguk, serta jajaran pimpinan OPD Pemkab Simalungun.
Kehadiran unsur Forkopimda mempertegas sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, tokoh adat, dan aparat keamanan dalam merawat identitas budaya.
Rombongan Kapolres disambut dengan prosesi manomu-nomu, tradisi penghormatan khas Batak yang sarat makna. Ulos disematkan, doa dipanjatkan, dan suasana kekeluargaan terasa kental.
“Prosesi berlangsung penuh kehangatan. Kapolres dan Ibu Ketua Bhayangkari disambut keluarga besar Bona Uli Rajaguguk dengan rasa hormat,” kata AKP Verry.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa tugu tambak yang didirikan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sejarah dan pengingat asal-usul bagi generasi penerus.
“Ini adalah warisan nilai, bukan hanya warisan batu,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Marganda Aritonang menggarisbawahi pentingnya menjaga adat sebagai fondasi persatuan.
Menurutnya, nilai kekeluargaan dalam tradisi Batak menjadi kekuatan sosial yang harus diwariskan.
“Melestarikan budaya berarti menjaga persatuan. Polres Simalungun siap mendukung setiap kegiatan yang memperkuat nilai sosial dan kebersamaan,” tutur AKP Verry menyampaikan inti pesan Kapolres.
Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun, NY. Nanik M. Aritonang, juga menyampaikan pesan tentang peran perempuan dalam menjaga tradisi.
Ia menekankan bahwa ibu-ibu memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai adat kepada anak-anak sejak dini agar budaya tidak tergerus zaman.
Momen haru terjadi saat pemberian ulos kepada keluarga besar Pomparan Op Bima Sinaga. Kapolres dan Ketua Bhayangkari turut menyerahkan ulos sebagai simbol doa restu dan penghormatan. Tarian tortor pun mengiringi suasana, bahkan Ketua Bhayangkari tampak berbaur menari bersama para ibu, menambah keakraban di tengah pesta adat.
Perwakilan keluarga, Bona Uli Rajaguguk, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran para pemimpin daerah.
“Ini kehormatan besar bagi keluarga kami. Kehadiran beliau-beliau memberi semangat dan kebanggaan,” ungkapnya.
Seorang tokoh adat yang hadir juga memberikan apresiasi. Ia menilai kehadiran pimpinan Polres dalam kegiatan adat menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas masyarakat, tetapi tanggung jawab bersama.
Pesta Parerean Tugu Tambak itu akhirnya ditutup dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir simbol kebersamaan dan komitmen kolektif menjaga warisan leluhur.
Di tengah arus modernisasi, pesan yang menguat dari Nagori Saribuasi hari itu jelas: budaya adalah jati diri, dan persaudaraan adalah kekuatan. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

