SimadaNews.com-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan koreksi tajam pada pembukaan perdagangan Senin (2/3), ketika gelombang gejolak geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran pelaku pasar global.
Data perdagangan pagi ini menunjukkan IHSG langsung menyusut hingga lebih dari 1,7 persen ke level sekitar 8.090–8.110, mencerminkan reaksi negatif investor domestik terhadap lonjakan ketidakpastian di pasar internasional.
Analis pasar modal mencatat sentimen risk-off global mendorong pelaku pasar untuk menjauh dari aset berisiko, termasuk saham, dan beralih ke instrumen safe haven seperti emas dan mata uang kuat.
“Kondisi global yang penuh ketidakpastian ini menekan pergerakan IHSG hari ini,” ujar salah satu pengamat bursa dari BRI Danareksa Sekuritas, menyoroti bahwa gejolak geopolitik menjadi faktor dominan di balik tekanan jual yang terjadi.
“Sentimen eksternal saat ini benar-benar mempengaruhi psikologi pasar secara signifikan.”
Di tengah tekanan tersebut, Plt. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, turun tangan memberi reminder kepada para investor untuk mengambil langkah yang lebih obyektif dan terukur.
“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental,” ujar Jeffrey lewat pernyataan resmi yang dikutip pada Senin siang.
Jeffrey juga menambahkan bahwa evaluasi ulang terhadap rencana investasi jangka menengah panjang sangat dianjurkan di tengah volatilitas yang masih berlanjut, namun ia menekankan bahwa investor sebaiknya tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak sesaat.
Tekanan pada IHSG ini bukan fenomena lokal semata. Bursa saham kawasan Asia juga menunjukkan koreksi signifikan pada pagi ini, mengikuti tren global yang tertekan oleh eskalasi konflik Timur Tengah.
Sentimen ini diperparah oleh langkah pelaku pasar yang memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi dunia terutama apabila konflik berkepanjangan menekan jalur distribusi minyak global.
Sementara itu, selain risiko geopolitik, dinamika lain seperti tekanan harga minyak dan flow modal global juga menjadi faktor yang turut membentuk peta sentimen pasar pada pekan ini.
Pantauan perkembangan lanjutan pasar modal hari ini akan terus menjadi fokus utama para pelaku pasar dan regulator, sementara investor diharapkan tetap cermat membaca pergerakan fundamental dalam menghadapi tekanan eksternal yang kian dinamis. (SNC)

