SimadaNews.com-Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Huta Bayu Raja tak kunjung menemukan solusi.
Para petani mengaku hingga awal Maret 2026 belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menuntaskan persoalan yang dikhawatirkan mengganggu musim tanam padi.
Ketua Kelompok Tani Kelurahan Hutabayu, Golang Harianja, menegaskan belum ada tindak lanjut nyata dari dinas terkait.
“Sampai sekarang belum ada perkembangan, Bang. Pihak dinas terkesan tidak mau tahu,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, juga belum membuahkan hasil.
Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp sejak Jumat (27/2/2026) belum mendapat respons hingga berita ini diturunkan.
Hal serupa terjadi saat Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Simamora, dimintai tanggapan pada Senin (2/3/2026).
Belum ada jawaban resmi terkait langkah yang akan diambil pemerintah daerah untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani. Pasalnya, ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas lahan.
Jika distribusi terus tersendat, potensi gagal tanam bahkan gagal panen bisa saja terjadi.
Petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan, melakukan evaluasi distribusi, serta memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai ke kelompok tani yang berhak.
Hingga kini, masyarakat masih menanti kepastian dan solusi konkret dari Pemkab Simalungun agar aktivitas pertanian di Huta Bayu Raja tidak terganggu. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

