SimadaNews.com-Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pasar pada Selasa (3/3/2026).
Dipantau dari data perbankan nasional, pergerakan USD/IDR masih bergerak dalam rentang fluktuatif di level kisaran Rp16.800 sampai Rp17.020 per satu dolar AS menunjukkan tekanan lanjutan pada mata uang Garuda di tengah sentimen global yang masih berat.
Dari data perbankan terkini, berikut gambaran nilai tukar dolar AS terhadap rupiah di sejumlah bank besar pada pagi ini:
Bank Negara Indonesia (BNI)
• Special Rates: beli sekitar Rp16.810 – jual Rp16.890
• TT Counter/Bank Notes: harga jual mencapai Rp17.015.
Bank Central Asia (BCA)
• Kurs e-Rate berada di kisaran beli Rp16.812 dan jual Rp16.882.
Bank Mandiri
• Kurs beli diposisikan sekitar Rp16.810 dengan harga jual di Rp16.840 pada special rate.
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
• E-Rate menunjukkan angka beli kurang lebih Rp16.816 dan jual sekitar Rp16.841.
Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang tren netral-melemah bagi rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Rentang kurs yang terlihat di tiap bank pun memperlihatkan bahwa rupiah belum stabil sepenuhnya meskipun jauh dari tekanan ekstrem.
Secara global, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh dinamika eksternal seperti harapan kebijakan moneter di Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang turut mengangkat preferensi investor terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Kondisi itu memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Meski demikian, analis pasar menilai bahwa fluktuasi ini masih berada dalam rentang wajar, sehingga pelaku retail yang melakukan transaksi valas atau rencana investasi valuta asing tetap disarankan untuk terus memantau pembaruan kurs secara real time melalui platform resmi perbankan. (SNC)

