• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/

slot gacor

Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang
Siantar Bidik Kembali Status Kota Pendidikan

Wali Kota Wesly Silalahi didampingi Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang menerima rombongan dari Tanoto Foundation.

Siantar Bidik Kembali Status Kota Pendidikan

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
5 Maret 2026 | 21:38 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com–Pemerintah Kota Pematangsiantar mulai memperkuat langkah menjadikan daerah ini kembali dikenal sebagai kota pendidikan.

Hal tersebut ditandai dengan pertemuan Wali Kota Wesly Silalahi bersama perwakilan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan Tanoto Foundation di ruang kerja wali kota, lantai 2 Balai Kota Pematangsiantar, Rabu (4/3/2026).

Wesly didampingi Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang menerima rombongan yang terdiri dari Yuanita Marini Nagel (Education Officer) dan Moh Adi Amirudin (Education Data Analyst) dari UNICEF, serta Medi Yusra, Bobby Widianto, Mesri Gultom, dan Mutazar dari Tanoto Foundation.

Dalam pertemuan tersebut, Wesly menegaskan komitmen Pemko untuk memperkuat kualitas pendidikan sebagai bagian dari visi menjadikan Pematangsiantar sebagai kota cerdas dan berdaya saing.

Menurutnya, melalui Dinas Pendidikan, pemerintah kota saat ini telah menjalankan program bimbingan belajar tambahan bagi siswa SD dan SMP. Program tersebut dibiayai melalui dana CSR Bank Sumut Cabang Pematangsiantar dan dikelola bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJLSP).

“Program bimbingan belajar ini sudah berjalan di beberapa sekolah dengan fokus mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia,” ujar Wesly.

Saat ini, kata Wesly, sekitar 15 siswa tingkat SD dan SMP telah mengikuti program tersebut sebagai tahap awal pengembangan.

Lebih jauh, Wesly menegaskan target besar pemerintah kota adalah menghidupkan kembali citra Pematangsiantar sebagai kota pendidikan unggulan di Sumatera Utara.

“Sekarang juga sedang dilakukan uji coba program sekolah bilingual di tingkat SD serta pengembangan sekolah unggulan,” katanya.

Menurutnya, penguatan sektor pendidikan diharapkan mampu meningkatkan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di TK, PAUD, SD, hingga SMP negeri di Kota Pematangsiantar.

Dalam kesempatan itu, Wesly juga mengusulkan agar pengembangan sekolah bilingual dapat diintegrasikan dengan Program FAASTER.

Pemko, lanjutnya, siap mendukung melalui penyediaan infrastruktur digital dan penguatan materi pembelajaran berbasis teknologi, khususnya untuk literasi dan numerasi.

“Kami menyambut baik program FAASTER karena selaras dengan visi peningkatan kualitas pendidikan di Pematangsiantar,” ujarnya.

Sementara itu, Education Officer UNICEF Yuanita Marini Nagel menjelaskan bahwa Program FAASTER merupakan kolaborasi UNICEF dan Tanoto Foundation untuk meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi siswa kelas 1 dan 2 SD.

Program tersebut menggunakan pendekatan berbasis data, dengan membandingkan sekolah intervensi dan sekolah kontrol untuk mengukur dampak peningkatan praktik mengajar serta pemanfaatan asesmen berbasis teknologi.

“Program ini berlangsung dari Oktober 2025 hingga Desember 2029,” kata Yuanita.

Ia menambahkan, sekolah yang menjadi fokus program adalah SD Negeri dengan capaian Rapor Pendidikan kategori merah dan kuning.

Secara nasional, program ini mencakup sekitar 500 sekolah di sejumlah daerah, antara lain Kota Medan dan Pematangsiantar di Sumatera Utara, Kabupaten Tegal di Jawa Tengah, Kota Batanghari di Jawa Timur, serta Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur.

Peluncuran resmi program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026 di Jakarta.

“Kami berharap Bapak Wali Kota Wesly Silalahi dapat hadir dalam acara launching nanti,” ujar Yuanita. (SNC)

Laporan: Sabarudin Purba

Peristiwa

Jelang Sumut Rally 2026, Pemko dan Polres Siantar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas serta Sterilisasi Jalur

22 Juli 2026 | 22:47 WIB
Ekbis

Petani Samosir Terima Bantuan 5 Ton Bibit Kentang

22 Juli 2026 | 21:31 WIB
Kesehatan

Wamenkes RI Kunjungi Simalungun Tinjau Pelaksanaan Skrining TB dan Beri Bantuan X Ray Portabel

22 Juli 2026 | 19:52 WIB
Peristiwa

Kunker ke Haranggaol, Samrin Girsang Minta Galakkan Gerakan Pelestarian Lingkungan

22 Juli 2026 | 18:38 WIB
Peristiwa

Dua Rumah Terbakar di Gang Jambu Air Pematangsiantar

22 Juli 2026 | 17:13 WIB
Peristiwa

Ditemukan Tanpa Identitas, Jenazah Pria yang Ditemukan di Kebun Bridgestone Ternyata Robinson Harianja

22 Juli 2026 | 10:31 WIB
Peristiwa

Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi, Lurah Harus Mampu Deteksi Modus TPPO dan TPPM

22 Juli 2026 | 08:06 WIB
Sudut Pandang

Pematangsiantar Naik ke Peringkat 4 Kota Toleran Nasional, Wesly Ajak DMI Perkuat Sinergi

21 Juli 2026 | 22:20 WIB
Peristiwa

Polsek Balige Tangkap Dua Pencuri Sepedamotor

21 Juli 2026 | 19:12 WIB
Peristiwa

Bawa Sebelas Paket Sabu, Pria asal Sergai Ditangkap di Serbelawan

21 Juli 2026 | 13:39 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

slot gacor

slot gacor