SimadaNews.com-Pelaksanaan bursa kerja atau Job Fair di Kawasan Industri Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan Sumut, resmi berakhir pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 4 Maret itu menyedot perhatian ribuan pencari kerja yang berharap mendapatkan peluang kerja di kawasan industri strategis tersebut.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Raya Simalungun (IJRS), Gullit Saragih, menegaskan pentingnya proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Menurut Gullit, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih besar kepada tenaga kerja lokal, khususnya putra-putri daerah Kabupaten Simalungun.
“Kami berharap seluruh perusahaan dapat memprioritaskan putra daerah yang ingin bekerja, tentunya dengan tetap menyesuaikan kemampuan dan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan,” ujar Gullit.
IJRS Siap Kawal hingga Tahap Akhir
Ia juga mengingatkan agar seluruh proses penerimaan karyawan benar-benar bersih dari praktik kecurangan maupun pungutan liar (pungli).
Gullit menegaskan tidak boleh ada permintaan imbalan dalam bentuk apa pun kepada para pelamar kerja.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, IJRS menyatakan akan terus memantau dan mengawal proses tersebut hingga tahap akhir.
“Kami akan tetap mengawal proses penerimaan karyawan ini sampai penetapan di setiap perusahaan. Jika ditemukan kejanggalan atau praktik yang tidak sesuai prosedur, kami akan menyorotinya sampai tuntas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para peserta Job Fair untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran selama proses rekrutmen berlangsung.
“Kami mengajak seluruh peserta yang mengikuti Job Fair agar memberikan informasi apabila terdapat kejanggalan dalam proses perekrutan. Mari kita kawal bersama agar hasilnya benar-benar transparan dan adil,” tambahnya.
Dinilai Efektif Tekan Pengangguran
Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Simalungun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Simalungun, serta perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha itu dinilai sebagai langkah nyata dalam membuka peluang kerja sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Simalungun.
“Ini merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Simalungun. Kami berterima kasih atas peluang yang telah dibuka bagi masyarakat kami,” tutup Gullit. (SNC)

