SimadaNews.com–Kecelakaan dramatis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu sore (7/3/2026).
Sebuah mobil penumpang tersambar rangkaian kereta barang saat melintas di jalur rel kawasan Jalan Jengkol Doyong, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok.
Beruntung, respons cepat jajaran Polres Simalungun berhasil mengevakuasi dua perempuan yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, kecelakaan terjadi di perlintasan liar Km 40+000 jalur Stasiun Dolok Merangir menuju Stasiun Siantar.
Informasi pertama diterima polisi sekitar pukul 15.31 WIB dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring bersama tim langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan,” ujar Verry Purba saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan satu unit mobil Mitsubishi Xpander warna hitam berada di sisi rel dalam kondisi rusak parah di bagian depan dan belakang akibat benturan dengan kereta.
Di dalam kendaraan terdapat dua perempuan yang menjadi korban. Pengemudi diketahui bernama Friska Siagian (27), warga Jalan Intisari, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Sementara penumpangnya, Pebri Ester Jelita Dohare (25), warga Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar.
Keduanya mengalami luka dan trauma akibat kejadian tersebut, namun masih dalam keadaan sadar saat dievakuasi.
“Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh Horas Insani untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Verry.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil tersebut datang dari arah Jalan Karya dan hendak melintasi rel tanpa palang pintu.
Pada saat bersamaan melintas kereta api barang dari arah Medan menuju Pematangsiantar.
Gerbong bagian belakang kereta kemudian menyenggol bagian depan mobil, membuat kendaraan tersebut berputar dan menghantam bagian belakang rangkaian kereta.
Petugas Sat Lantas Polres Simalungun bersama personel Polsek Serbalawan segera melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kendaraan yang rusak kemudian dievakuasi menggunakan truk agar tidak mengganggu jalur rel.
Barang bukti selanjutnya dibawa ke Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Verry Purba menegaskan, perlintasan tanpa palang pintu memiliki risiko tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki palang pintu. Pastikan benar-benar aman sebelum menyeberang,” tegasnya.
Dalam penanganan kecelakaan tersebut, tim yang turun ke lokasi antara lain Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring, Kasat Lantas IPTU Devi Siringoringo, Kanit Sabhara IPDA Masa Seletari, Kanit Gakkum IPDA Yancen Hutabarat, serta sejumlah personel lainnya.
Respons cepat aparat dinilai berhasil mempercepat proses evakuasi korban sekaligus mengamankan lokasi kejadian agar jalur kereta tetap aman dilalui. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

