SimadaNews.com– Pimpinan Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) menyerukan kepada seluruh pelayan dan warga jemaat di berbagai daerah untuk bersama-sama menaikkan doa bagi terciptanya perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.
Seruan tersebut disampaikan Ephorus GKPS, Pdt. John Christian Saragih, S.Th, M.Sc, dalam keterangan pers yang dikonfirmasi di Pematangsiantar, Kamis (12/3/2026).
Dalam pernyataannya, Pimpinan Sinode GKPS menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan situasi global, khususnya meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ketegangan tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik dan mengganggu stabilitas dunia.
“Berbagai perkembangan global menunjukkan dinamika yang memerlukan kewaspadaan bersama, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik dan dampaknya terhadap sektor ekonomi serta energi,” ujar Pdt John Cristian.
GKPS juga mencermati adanya kekhawatiran masyarakat di dalam negeri akibat situasi global tersebut. Salah satunya ditandai dengan munculnya perilaku panic buying bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Dalam pernyataan pastoralnya, Pimpinan Sinode GKPS menegaskan bahwa peperangan dan kekerasan bertentangan dengan kehendak Tuhan yang menciptakan dunia dalam damai dan keutuhan.
“Firman Tuhan mengingatkan, Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9). Karena itu gereja terpanggil untuk terus menyuarakan perdamaian dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta keadilan,” katanya.
Melalui seruan tersebut, Pimpinan Sinode GKPS mengajak seluruh jemaat untuk secara khusus mendoakan beberapa hal, antara lain terciptanya perdamaian dunia, meredanya konflik antarbangsa, keselamatan masyarakat sipil yang terdampak perang, serta stabilitas dan keamanan bangsa Indonesia.
Selain itu, jemaat juga diajak berdoa agar kehidupan masyarakat tetap damai menjelang perayaan hari raya umat Islam, yaitu Idul Fitri.
GKPS juga mengimbau seluruh warga jemaat agar tidak terpengaruh kepanikan yang dapat memperburuk situasi.
Jemaat diminta menggunakan bahan bakar dan kebutuhan sehari-hari secara bijaksana serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Sikap tenang, bijaksana, dan saling peduli merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai warga gereja sekaligus warga negara,” ujar Janhotner.
Di sisi lain, Pimpinan Sinode GKPS juga menekankan pentingnya tanggung jawab etis dalam penggunaan media sosial.
Jemaat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga suasana damai dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Menutup pesannya, GKPS mengingatkan bahwa dalam setiap situasi dunia, gereja percaya Tuhan tetap memelihara umat-Nya.
“Dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7),” demikian kutipan pesan yang disampaikan Pimpinan Sinode GKPS. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung

