SimadaNews.com– Nama Friderica Widyasari Dewi kini resmi berada di pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu ditetapkan sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah mendapat persetujuan parlemen, di tengah tuntutan besar untuk memulihkan kepercayaan pasar keuangan Indonesia.
Penunjukan ini datang pada momentum krusial. OJK dituntut mempercepat reformasi sektor keuangan menyusul gejolak pasar yang sempat menggerus valuasi saham hingga sekitar 120 miliar dolar AS awal tahun ini.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu menguatkan tata kelola dan meningkatkan transparansi di industri keuangan nasional.
“Kami akan memulihkan kepercayaan pasar,” ujar Friderica kepada wartawan usai proses pengesahan di parlemen, menegaskan komitmennya untuk mempercepat agenda reformasi sektor jasa keuangan.
Perjalanan Karier: Dari Pasar Modal hingga Regulator
Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada sebelum melanjutkan studi Master of Business Administration di California State University, Fresno di Amerika Serikat.
Karier profesionalnya banyak ditempa di industri pasar modal. Ia memulai perjalanan di Bursa Efek Indonesia, kemudian dipercaya menjadi Direktur Pengembangan pada periode 2009–2015.
Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan dan kemudian Direktur Utama pada 2016–2019.
Pengalaman di sektor industri keuangan semakin lengkap ketika ia memimpin BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama pada 2020–2022 sebelum akhirnya bergabung sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027 yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen.
Di OJK, Friderica juga memimpin pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan serta terlibat dalam berbagai program literasi dan perlindungan konsumen.
Figur Tak Biasa di Dunia Finansial
Menariknya, sebelum meniti karier di sektor keuangan, Friderica sempat dikenal publik sebagai pemain sinetron di era awal 2000-an. Namun ia memilih meninggalkan dunia hiburan dan fokus pada pendidikan serta karier profesional di bidang keuangan.
Langkah tersebut menjadi titik awal perjalanan panjangnya hingga dipercaya memimpin regulator sektor jasa keuangan nasional.
Tantangan Besar di Depan Mata
Sebagai Ketua OJK, Friderica menghadapi agenda berat: memperkuat transparansi perusahaan terbuka, meningkatkan perlindungan investor, serta menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global.
Ia juga dituntut memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap pasar keuangan Indonesia, terutama setelah muncul kekhawatiran soal tata kelola dan transparansi perusahaan yang tercatat di bursa.
Dengan pengalaman panjang di industri pasar modal hingga regulator, Friderica kini memegang peran strategis dalam menentukan arah pengawasan keuangan Indonesia lima tahun ke depan. (SNC)

