SimadaNews.com-Suasana religius menyelimuti Pendopo Rumah Dinas Bupati Simalungun di Pamatang Raya, Sumatera Utara, Selasa (17/3/2026).
Khataman Al-Qur’an yang digelar Majelis Taklim Sahabat Qur’ani tak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum kuat untuk mendorong umat lebih dari sekadar membaca yakni memahami dan mengamalkan isi kitab suci.
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, hadir langsung bersama jajaran pimpinan perangkat daerah dan para camat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program binaan Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, dengan pelaksanaan dipimpin oleh Al-Ustadz H. Ikhwanuddin Nasution.
Dalam sambutannya, Ny. Darmawati mengungkapkan rasa bangga atas capaian para anggota majelis taklim. Sebanyak 60 peserta berhasil menuntaskan khatam Al-Qur’an hingga 55 kali hanya dalam 26 hari Ramadhan 1447 Hijriah.
“Ini bukan hanya pencapaian luar biasa, tetapi juga menjadi catatan sejarah bagi Kabupaten Simalungun,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti pada tadarus semata.
Menurutnya, nilai utama Al-Qur’an justru terletak pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan serupa juga ditegaskan oleh Bupati Simalungun. Ia mengapresiasi Majelis Taklim Sahabat Qur’ani yang dinilai menjadi pelopor gerakan tadarus selama bulan suci Ramadhan.
“Bukan hanya membaca, tapi pelan-pelan kita terjemahkan dan kita amalkan apa yang ada di kitab suci Al-Qur’an,” kata Bupati.
Ia juga mendorong agar kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya diikuti kaum ibu, tetapi diperluas kepada kalangan pria serta generasi muda agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Al-Ustadz H. Ikhwanuddin Nasution menilai kegiatan ini sebagai momen bersejarah. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an sejatinya adalah sumber ilmu dan petunjuk hidup, namun kerap hanya menjadi simbol tanpa makna di sebagian rumah umat Islam.
“Jangan sampai Al-Qur’an hanya menjadi pajangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengamalkannya,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, serta makan bersama seluruh peserta, menambah kehangatan kebersamaan dalam nuansa Ramadhan. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

