SimadaNewe.com-Momen Idul Fitri di Sumatera Utara diperkirakan diawali dengan suasana yang cukup bersahabat pada Sabtu 21 Maret 2026.
Namun di balik langit pagi yang tampak tenang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi cepat dalam hitungan jam.
Prakiraan terbaru menunjukkan, sejumlah wilayah termasuk Kota Medan, Simalungun, Pematangsiantar dan daerah sekitarnya akan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hari, tepat saat masyarakat melaksanakan Salat Id Idul Fitri.
Kondisi ini dinilai cukup ideal untuk pelaksanaan ibadah di ruang terbuka. Namun, situasi tersebut diprediksi tidak berlangsung lama.
Memasuki siang hingga sore hari, awan tebal mulai berkembang di berbagai wilayah Sumatera Utara. Bahkan di beberapa titik seperti kawasan Simalungun, potensi hujan ringan hingga hujan lokal diperkirakan muncul seiring meningkatnya suhu dan kelembapan udara.
Di wilayah dataran tinggi dan perbukitan, kondisi bisa lebih dinamis. Kabut tipis dan udara kabur berpeluang muncul, yang dapat memengaruhi jarak pandang, terutama pada pagi dan malam hari.
BMKG mencatat, suhu udara di kawasan ini berada pada kisaran hangat, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi kombinasi yang mempercepat pembentukan awan hujan setelah pemanasan maksimum di siang hari.
Artinya, masyarakat di Sumatera Utara tidak disarankan hanya mengandalkan kondisi cuaca di pagi hari sebagai acuan aktivitas sepanjang hari.
Pagi hari memang menjadi waktu paling aman untuk kegiatan luar ruangan, termasuk Salat Id. Namun setelah itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang bisa datang tiba-tiba.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memantau pembaruan informasi cuaca dan menyiapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang memiliki agenda silaturahmi atau perjalanan jarak jauh saat Lebaran.
Dengan pola atmosfer yang fluktuatif ini, satu pesan menjadi jelas: langit cerah di pagi hari bukan jaminan cuaca akan tetap bersahabat hingga sore. (SNC)

