SimadaNews.com–Arus mudik Lebaran 2026 di Pulau Sumatera menunjukkan peningkatan signifikan. PT Hutama Karya mencatat sebanyak 104.409 kendaraan melintasi ruas Jalan Tol Trans Sumatera selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 4,65 persen dibandingkan lalu lintas normal, menandakan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih jalur tol untuk perjalanan mudik tahun ini.
Kepadatan lalu lintas terlihat mencolok di sejumlah ruas strategis, khususnya di wilayah Sumatera bagian utara.
Ruas Sigli – Banda Aceh (Seksi 2–6) tercatat menjadi yang paling tinggi lonjakannya, dengan peningkatan mencapai 80,90 persen.
Tak hanya itu, ruas Kuala Tanjung– Tebing Tinggi–Parapat juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 72,57 persen dengan total sekitar 30.406 kendaraan.
Sementara itu, ruas Indrapura–Kisaran mencatat kenaikan sebesar 37,48 persen.
Di sisi lain, beberapa ruas tol justru mengalami penurunan volume kendaraan. Ruas Betung–Tempino– Jambi tercatat turun drastis hingga 50,28 persen, disusul ruas Terbanggi Besar–Kayu Agung yang mengalami penurunan sebesar 33,76 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, PT Hutama Karya juga mengoperasikan sejumlah ruas tol fungsional.
Di antaranya ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 1 yang dilalui 3.541 kendaraan, serta ruas Palembang – Betung dengan 2.389 kendaraan.
Pihak Hutama Karya menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lalu lintas di seluruh ruas tol yang dikelola, guna memastikan kelancaran dan keselamatan para pemudik.
“Pengguna jalan tol diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” demikian imbauan resmi yang disampaikan.
Momentum mudik Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh, sekaligus mempercepat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera. (SNC)

