SimadaNews.com-Suasana duka menyelimuti ruas jalan alternatif KM 06–07, jurusan Simpang Palang menuju Sitahoan, Kecamatan Dolog Panribuan, Nagori Pondok Bulu, Kabupaten Simalungun.
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur tanjakan itu merenggut tiga nyawa, dua di antaranya masih berusia 16 tahun.
Peristiwa memilukan ini terjadi Selasa 24 Maret 2024 sekitar pukul 11.30 WIB.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, insiden bermula saat sebuah truk Mitsubishi Fuso BK-9283-CE yang dikemudikan Aly Syahbana Lubis (49) melaju pelan dari arah Parapat menuju Simpang Sitahoan.
Namun saat melintasi tanjakan, kendaraan berat itu diduga kehilangan kendali. Truk tiba-tiba mundur dan menghantam mobil Toyota Kijang Super BM-1796-UL yang berada tepat di belakangnya.
Mobil tersebut dikemudikan Sunarno (61), seorang wiraswasta asal Rokan Hilir, Riau.
Ia tidak sendiri. Di dalam mobil terdapat lima penumpang lainnya sebagian besar masih satu keluarga yang tengah dalam perjalanan.
Dua remaja berusia 16 tahun yang berada di dalam kendaraan itu menjadi korban meninggal dunia.
Selain itu, satu korban lainnya juga tidak tertolong, menambah daftar duka dari kecelakaan tersebut.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun, Ipda Yancen, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung cepat dan tak terhindarkan.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, truk tidak mampu menanjak lalu mundur dan menabrak kendaraan di belakangnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pengemudi truk tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun saat diperiksa, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen kendaraan seperti SIM dan STNK.
“Hal ini menjadi bagian dari catatan dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Kini, peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Perjalanan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru berubah menjadi tragedi yang tak akan terlupakan.
Di jalan sunyi itu, tangis keluarga menggantikan tawa yang sebelumnya mengiringi perjalanan mereka. (SNC)
Laporan: Sabarudin Purba

