SimadaNews.com-Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Medan, Jumat (27/3/2026).
Mereka menuntut perusahaan bersama mitranya, PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), segera membayarkan pesangon kepada puluhan mantan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Aksi tersebut dikawal oleh Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sumatera Utara, Donald P. Sitorus selaku ketua, bersama sekretaris Herwin Gandatua Pasaribu. Massa juga didampingi tim hukum dari Lembaga Bantuan Hukum KSBSI (LBH-KSBSI).
Dalam orasinya, para buruh menilai pihak perusahaan tidak menepati janji. Sebelumnya, dalam pertemuan dengan perwakilan pekerja, manajemen disebut telah menyatakan kesediaan untuk membayarkan pesangon. Namun hingga aksi berlangsung, kewajiban tersebut belum direalisasikan.
Aksi damai ini diikuti lebih dari 100 buruh yang menuntut hak pesangon bagi 34 mantan pekerja, termasuk Amir Husni Simatupang dan rekan-rekannya. Mereka diketahui mengalami PHK yang diduga dilakukan secara sepihak.
“PHK dilakukan tanpa alasan jelas, bahkan hanya disampaikan melalui pertemuan daring,” ungkap Thomas Sipayung, selaku Ketua Federasi FIKEP KSBSI Sumatera Utara sekaligus kuasa hukum para buruh.
Menurut Thomas, persoalan ini telah berlangsung sejak April 2025. Ia menilai langkah perusahaan juga mengabaikan anjuran dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara serta hasil pengawasan ketenagakerjaan.
“Kami sudah menyampaikan secara resmi agar perusahaan menjalankan kewajiban sesuai anjuran pemerintah, namun tidak diindahkan,” tegasnya.
Meski demikian, dalam pertemuan terakhir antara perwakilan buruh dan manajemen, kedua pihak sepakat untuk kembali duduk bersama pada 10 April 2026 guna mencari penyelesaian.
Thomas menegaskan, pihaknya masih memberi ruang bagi itikad baik perusahaan. Namun jika tidak ada progres, aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali digelar.
“Kami tunggu komitmen mereka. Kalau tidak ada realisasi, kami pasti kembali dengan kekuatan yang lebih besar,” pungkasnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para buruh berharap hak mereka segera dipenuhi tanpa harus melalui konflik berkepanjangan. (SNC)

