SimadaNews.com-Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang akhirnya membuahkan hasil.
Tim gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan memastikan seluruh korban telah ditemukan, sehingga operasi SAR resmi dihentikan.
Sejak dimulai pada Selasa malam, tim SAR bergerak cepat dengan mendirikan posko utama sekaligus melakukan koordinasi lintas instansi.
Proses pencarian dilakukan secara intensif di titik lokasi kejadian dengan metode penyapuan satu arah (line search) di area terdampak.
Memasuki dini hari, hasil mulai terlihat. Sekitar pukul 04.08 WIB, korban pertama, Rizki Sembiring (14), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RS Pancur Batu.
Pencarian berlanjut, dan dalam rentang waktu singkat, tim kembali menemukan tiga korban lainnya, yakni Boy Simorangkir (48), Rosilawati Ginting (48), dan Jamilah br. Ginting (49), yang juga dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR kemudian melanjutkan penyisiran dan assessment lanjutan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material longsor.
Seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan sesuai data yang dihimpun di lapangan.
Dalam peristiwa ini, tercatat satu orang selamat atas nama Sehat br. Tarigan (70), sementara lima lainnya meninggal dunia, yakni Gobal (39), Rizki Sembiring (14), Boy Simorangkir (48), Jamilah Ginting (49), dan Rosilawati Ginting (48).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, selaku koordinator misi pencarian (SMC), menegaskan bahwa operasi dilakukan dengan strategi maksimal meski dihadapkan pada berbagai kendala.
“Pada hari kedua, tim kami bagi menjadi dua unit. Satu tim fokus penyisiran manual, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses dan menyingkirkan material longsor. Medan yang licin dan akses terbatas menjadi tantangan, namun seluruh personel tetap bekerja optimal hingga semua korban ditemukan,” ujarnya.
Kendala utama dalam operasi ini adalah kondisi akses menuju lokasi yang macet dan licin akibat longsoran, sehingga memperlambat distribusi alat dan mobilisasi personel di lapangan.
Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan tambahan orang hilang, operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR gabungan kini telah dikembalikan ke satuan masing-masing. (SNC)

