SimadaNews.com-Libur Lebaran hingga Pasakah 2026 mencatatkan lonjakan tajam jumlah kunjungan wisatawan di berbagai destinasi tanah air.
Momentum mudik yang selama ini identik dengan pulang kampung, kini semakin bergeser menjadi ajang berwisata massal.
Kementerian Pariwisata mengungkapkan, dari total pergerakan nasional yang mencapai sekitar 147 juta orang, jutaan di antaranya secara khusus melakukan perjalanan wisata.
Angkanya diperkirakan menembus lebih dari 17 juta perjalanan wisata selama periode libur Lebaran tahun ini.
Lonjakan ini terlihat nyata di lapangan. Sejumlah destinasi unggulan di berbagai daerah dilaporkan dipadati pengunjung sejak hari pertama libur hingga arus balik.
Tingkat kunjungan meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan, peningkatan jumlah wisatawan ini menjadi indikator kuat kebangkitan sektor pariwisata nasional.
“Pergerakan wisatawan selama Lebaran menunjukkan tren yang sangat positif dan menjadi sinyal kuat bahwa pariwisata kita terus pulih dan tumbuh,” ujarnya.
Tak hanya destinasi utama, lonjakan juga terjadi di kawasan wisata alternatif dan daerah penyangga. Fenomena ini menandakan distribusi wisatawan semakin merata, tidak lagi terpusat di titik-titik tertentu.
Kementerian Pariwisata mencatat, kunjungan ke destinasi prioritas mencapai jutaan perjalanan dan mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan destinasi regeneratif yang tengah dikembangkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi, menunjukkan minat wisatawan yang semakin beragam.
Di sisi lain, tingginya angka kunjungan juga berdampak pada okupansi hotel, lonjakan transportasi, hingga meningkatnya aktivitas pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
Pemerintah pun mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menggelar ratusan event di berbagai daerah, memperkuat layanan informasi wisata, serta memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung tetap terjaga.
Fenomena Lebaran 2026 menegaskan satu hal minat masyarakat untuk berwisata terus meningkat. Libur panjang kini bukan hanya soal tradisi, tetapi telah berubah menjadi gelombang besar pergerakan wisatawan yang menghidupkan sektor pariwisata secara nasional. (SNC)

