SimadaNews.com- Perayaan Paskah Oikumene di Kabupaten Samosir dipastikan berlangsung bulan ini dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Momentum keagamaan ini tak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara hingga ke wilayah terpencil.
Bupati Samosir menegaskan komitmennya saat menerima audiensi Forum Komunikasi Kristen Katolik Samosir (FK3S) bersama panitia Paskah Oikumene di Rumah Dinas Bupati, Selasa (8/4/2026).
“Kami sangat senang dengan rencana ini. Perayaan juga sebagai sarana melayani masyarakat. Paskah dan Natal harus bisa menjangkau hingga pelosok,” ujar Bupati.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, Ketua FK3S Pdt. Tulus Sianturi, serta sejumlah pejabat daerah dan panitia pelaksana.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayah pinggiran memiliki makna strategis.
Selain memperkuat nilai spiritual masyarakat, juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir secara langsung di tengah kehidupan warga.
“Dengan pelaksanaan di daerah pelosok, masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah dan tokoh agama. Ini penting untuk membangkitkan semangat dan kepercayaan publik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FK3S Pdt. Tulus Sianturi mengungkapkan bahwa Perayaan Paskah Oikumene akan digelar pada 23 April 2026 di Gereja St. Clara, Desa Parsaoran, Kecamatan Sitiotio.
Pemilihan lokasi ini pun disambut antusias oleh pemerintah kecamatan setempat. Camat Sitiotio, Josro Tamba, menyatakan rasa bangga karena wilayahnya dipercaya menjadi tuan rumah.
“Ini adalah kehormatan bagi kami. Terima kasih telah memilih Kecamatan Sitiotio. Kami siap menyukseskan perayaan ini,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan tokoh agama, perayaan Paskah Oikumene tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menghadirkan semangat baru bagi masyarakat Samosir hingga ke pelosok desa. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho

