SimadaNews.com-Pemerintah Kabupaten Samosir mulai tancap gas memperkuat sektor pertanian.
Bantuan benih jagung untuk lahan seluas 50 hektare resmi disalurkan kepada petani di Kecamatan Palipi dan Nainggolan, Kamis (9/4/2026).
Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara itu dilakukan langsung Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.
Dalam arahannya, Vandiko menegaskan pesan keras kepada para petani: bantuan ini bukan untuk diperjualbelikan.
“Karena ini memang kebutuhan petani, kami harapkan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ditanam, dirawat, dan jangan sampai dijual,” tegasnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Pemkab juga memastikan pendampingan penuh di lapangan. Vandiko bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi petani yang mengalami kendala.
“Kami ditugaskan untuk melayani masyarakat. Jangan sungkan berkomunikasi, panggil kami jika ada masalah,” ujarnya.
Bantuan ini disebut sebagai hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Bobby Nasution. Vandiko berharap program tersebut mampu mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Tumiur Gultom, merinci bahwa total 750 kilogram benih jagung disalurkan kepada 11 kelompok tani.
Rinciannya, 30 hektare di Kecamatan Palipi dan 20 hektare di Kecamatan Nainggolan.
Tak berhenti di jagung, pemerintah juga mulai mendorong swasembada bawang putih dengan target pengembangan lahan seluas 20 hektare. Infrastruktur pendukung seperti benih dan traktor pun telah disiapkan.
“Kami akan terus mendampingi petani. Bahkan akan dibuat grup WhatsApp agar koordinasi lebih mudah,” kata Tumiur.
Di sisi lain, para petani menyambut program ini dengan penuh harap. Ketua Kelompok Tani Wisma Jaya, Toguan Galung Marulitua Hutabalian, menyebut bantuan tersebut sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah.
“Semoga hasilnya baik bagi kami. Terima kasih kepada pemerintah daerah dan juga Bapak Gubernur,” ucapnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Samosir tidak hanya mengandalkan pariwisata, tetapi juga serius membangun ketahanan pangan dari sektor pertanian. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho

