SimadaNews.com- Pergantian penting terjadi di tubuh Mahkamah Konstitusi. Kursi hakim konstitusi yang sebelumnya diisi Anwar Usman kini resmi ditempati sosok baru, Liliek Prisbawono Adi.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jumat (10/4/2026), disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia.
Momentum ini sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian panjang Anwar Usman setelah lebih dari satu dekade menjadi penjaga konstitusi.
Dalam sumpah jabatannya, Liliek menegaskan komitmen untuk bekerja profesional dan menjunjung tinggi keadilan.
“Bahwa saya akan memenuhi kewajiban Hakim Konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” ucapnya di hadapan Presiden.
Usai dilantik, ia juga menyampaikan bahwa jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah besar yang harus dijaga.
“Ini tanggung jawab besar, mohon doa agar saya bisa mengawal konstitusi dengan baik,” ujarnya singkat.
Penunjukan Liliek merupakan hasil seleksi dari Mahkamah Agung melalui proses uji kelayakan dan penelusuran rekam jejak yang ketat, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai hakim konstitusi.
Profil Singkat Liliek Prisbawono
Nama Liliek Prisbawono Adi bukan sosok baru di dunia peradilan. Ia dikenal sebagai hakim karier yang meniti perjalanan panjang dari bawah hingga mencapai posisi strategis.
Latar Belakang Karier
Mengawali karier sebagai hakim di lingkungan peradilan umum, Liliek telah bertugas di berbagai daerah dengan beragam kompleksitas perkara.
Jabatan Terakhir
Sebelum dilantik menjadi hakim konstitusi, ia menjabat sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Medan, salah satu posisi penting dalam struktur peradilan.
Rekam Jejak
Dikenal memiliki pendekatan yang tegas namun berhati-hati dalam memutus perkara, dengan penekanan pada integritas dan kepastian hukum.
Pengalaman Peradilan
Puluhan tahun pengalaman di dunia kehakiman menjadi modal utama yang mengantarkannya lolos seleksi Mahkamah Agung hingga dipercaya duduk di Mahkamah Konstitusi.
Energi Baru di Tengah Sorotan
Masuknya Liliek ke Mahkamah Konstitusi bukan sekadar pergantian figur.
Di tengah tingginya perhatian publik terhadap integritas lembaga peradilan, kehadirannya membawa harapan baru.
Kini publik menanti langkah dan putusan-putusan yang akan diambilnya apakah mampu memperkuat kepercayaan terhadap Mahkamah Konstitusi dan menjaga marwah konstitusi di tengah dinamika hukum dan politik nasional.
Satu hal yang pasti, babak baru di Mahkamah Konstitusi resmi dimulai dan semua mata kini tertuju pada Liliek. (SNC)

