SimadaNews.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027, di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, serta unsur Forkopimda.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya tahapan perencanaan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan di Simalungun harus berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai tiga pilar utama percepatan pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan. Prioritas harus jelas, berbasis potensi daerah, serta berpihak pada kebutuhan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” ujar Anton.
Ia juga mengingatkan agar dokumen perencanaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjawab persoalan aktual dan mengakomodasi aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi implementasi konkret visi dan misi daerah.
Selain itu, Bupati meminta seluruh perangkat daerah berpedoman pada indikator makro seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, serta tingkat pengangguran terbuka sebagai tolok ukur capaian pembangunan tahun 2027.
Adapun tema RKPD Tahun 2027 yang diusung adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, pendidikan, serta penguatan perekonomian daerah dan infrastruktur dasar guna mendorong produktivitas dan daya saing daerah menuju Simalungun maju.
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Perencana Ahli Utama Bapperida Provinsi Sumut, M. Armand Efendy Pohan, memaparkan empat arah kebijakan pembangunan tahun 2027, yakni peningkatan kualitas SDM, penguatan konektivitas dan daya saing daerah, pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, serta pembangunan yang inklusif dan tangguh terhadap bencana.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis outcome, reorientasi anggaran pada kebutuhan prioritas, penguatan pengawasan, serta inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi keterbatasan fiskal.
Sebelumnya, Kepala Bapperida Kabupaten Simalungun Alpian Denri Saragih melaporkan bahwa Musrenbang ini bertujuan menyelaraskan program kerja antar pemangku kepentingan agar tercipta perencanaan yang terintegrasi dan komprehensif.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, perbankan, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pers, LSM, hingga seluruh perangkat daerah dan camat.
Musrenbang RKPD 2027 berlangsung selama dua hari, 15–16 April 2026, di dua lokasi, yakni Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih dan Kantor Bapperida Kabupaten Simalungun, dengan menghadirkan narasumber dari kementerian, pemerintah provinsi, Bank Indonesia, BPS, dan OPD terkait.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD oleh Bupati Simalungun bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BODT, Bapperida Provinsi Sumut, Bapperida Kabupaten Serdang Bedagai, PT Kinra, serta perwakilan camat.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati menyerahkan cenderamata berupa plakat kepada perwakilan Gubernur Sumut serta stola kepada para narasumber dan tamu undangan. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

