SimadaNews.com- Peristiwa tragis terjadi di jalur rel kereta api wilayah Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Minggu (3/5/2026).
Seorang pria yang diketahui mengidap gangguan jiwa meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di dekat Jembatan Bah Bolon, Huta VI Sumanggar, Nagori Perdagangan II.
Jajaran Polsek Bandar Huluan Polres Simalungun bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut respons cepat aparat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan peristiwa non pidana.
Kapolsek Bandar Huluan, IPTU Patar Banjarnahor, menjelaskan, informasi awal diterima sekitar pukul 17.56 WIB dari warga yang melaporkan adanya jasad pria di tepi rel.
Petugas kemudian langsung turun ke lokasi bersama personel SPKT dan Reskrim.
“Setibanya di TKP, korban ditemukan dalam posisi terlentang di pinggir rel jalur Medan–Perlanaan, tepatnya di KM 111 (6/7),” ujar Patar.
Korban diketahui bernama Habib Pandawa Fahreza Siregar (29), warga Jalan Veteran, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar.
Berdasarkan keterangan petugas Polsuska, Amadhani Saputra, korban tertabrak kereta api yang melintas dari arah Medan menuju Tanjung Balai sekitar pukul 16.37 WIB saat berjalan di sekitar rel.
Keterangan keluarga menyebutkan korban selama ini mengalami gangguan kejiwaan berupa stres dan depresi.
Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak keberatan atas penanganan yang dilakukan kepolisian.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Huta II, Nagori Sugaran Bayu. Pemeriksaan luar oleh tenaga medis menemukan luka berat pada bagian kepala, patah pada tangan kanan, serta pergelangan kaki kanan.
Dalam olah TKP, petugas turut mengamankan barang bukti berupa tas perempuan berwarna cokelat yang berisi uang tunai sebesar Rp13.147.000.
Kasus ini ditangani sebagai peristiwa non pidana dan tercatat dalam laporan gangguan. Dugaan sementara, kejadian terjadi akibat kelalaian.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar jalur rel kereta api.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati demi keselamatan bersama,” pungkas AKP Verry Purba. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

