SimadaNews.com – Warga Dusun 4 Durian Buttu, Nagori Banjaran, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, melaksanakan gotong royong memasang penyangga jembatan menggunakan bahan bambu, Minggu (10/05/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan warga yang setiap hari melintasi jembatan penghubung antarwilayah itu.
Tokoh masyarakat Dusun 4 Durian Buttu, RW Saragih, mengatakan jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar tahun 2000 silam.
Hingga kini, jembatan itu masih menjadi akses penting bagi warga untuk mengangkut hasil bumi seperti sawit, karet, pisang, dan berbagai hasil pertanian lainnya.
“Jembatan ini juga menjadi salah satu akses alternatif menuju Nagori Sordang Dolok,” ujarnya.
Rw Saragih juga mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sudah cukup memprihatinkan dan pernah memakan korban.
Menurutnya, pernah ada warga yang jatuh ke dasar sungai dengan kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter. Beruntung korban masih selamat.
“Untuk menghindari kejadian serupa, kami selalu bergotong royong mengganti penyangga dengan bahan seadanya,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Gotong Royong, Sedi Sumbayak, berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat segera membangun jembatan yang lebih layak dan aman untuk dilalui masyarakat.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah agar masyarakat bisa melintas dengan aman,” ucapnya.
Pangulu Nagori Banjaran, Siholman Purba, menyampaikan bahwa usulan pembangunan jembatan tersebut sudah berulang kali diajukan melalui Musrenbang kecamatan hingga kabupaten. Namun hingga saat ini belum ada realisasi pembangunan.
“Kita sudah sering mengajukan pembangunan jembatan ini dalam Musrenbang kecamatan maupun kabupaten, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Durian Buttu yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut.
Selain itu, Siholman berharap budaya gotong royong tetap dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat.
“Budaya gotong royong seperti ini harus terus kita lestarikan karena merupakan salah satu budaya yang harus kita pertahankan,” tutupnya. (SNC)
Laporan: Jenro Purba

