SimadaNews.com-Keluarga besar HIMAPSI merayakan Dies Natalis ke-48 dengan meriah dan penuh semangat kebudayaan di Kota Tebing Tinggi. Ribuan kader HIMAPSI dari berbagai daerah di Nusantara hadir dalam malam “Marsombuh Sihol” yang berlangsung semarak dan sarat nuansa budaya Simalungun.
Mengusung tema “Mengembalikan Jati Diri Simalungun di Kota Tebing Tinggi”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan eksistensi masyarakat Simalungun di kota tersebut.
Panitia menilai bahwa Kota Tebing Tinggi memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Simalungun, khususnya melalui marga Damanik dan Garingging yang disebut sebagai bagian dari pendiri kota.
Berbagai rangkaian kegiatan telah digelar sejak dua pekan sebelumnya, mulai dari Talk Show Sada Simalungun yang diikuti pelajar SMA se-Kota Tebing Tinggi, Festival Tari Simalungun, hingga Fashion Show busana adat Simalungun.
Ketua Panitia, Alexander Garingging, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa bangsa Simalungun tetap eksis dan memiliki kekuatan budaya di Kota Tebing Tinggi.
“Kita ada dan kuat di tebing ini. Kita juga lahir berdasarkan sejarah di kota ini. Karena itu kami siap menjalankan amanah DPP HIMAPSI untuk menyelenggarakan kegiatan ini di DPC HIMAPSI Kota Tebing Tinggi,” ujarnya.
Puncak acara yang berlangsung Sabtu (16/5/2026) diwarnai dengan berbagai pertunjukan budaya khas Simalungun seperti tortor, dihar, dan beragam kreasi seni tradisional lainnya yang disambut antusias masyarakat.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh artis Simalungun yang turut memeriahkan acara dan menghibur masyarakat Kota Tebing Tinggi.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Anton Achmad Saragih, Wali Kota Irdian Saragih, Sekda Kota Tebing Tinggi Erwin Damanik, Anggota DPRD Sumut Delvin Barus, Ketua Korps HIMAPSI Parlindungan Purba, serta tokoh-tokoh Simalungun lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP HIMAPSI Dian Purba Tambak mengajak seluruh kader untuk tetap solid menjaga budaya dan marwah Simalungun.
“Kita harus lebih kuat dan gigih untuk mempertahankan budaya Simalungun. Jangan mau menjadi bangsa yang lemah dan retak. Maka mari seluruh kader se-Nusantara bergandengan tangan, saling merangkul, untuk tetap satu dan kuat dalam menjalankan falsafah Sapangambei Manoktok Hitei, Ibahas Habonaron Do Bona,” tegasnya.
Ia juga menyinggung momentum politik di Kota Tebing Tinggi yang untuk pertama kalinya dipimpin oleh wali kota dari etnis Simalungun.
“Ini baru pertama kalinya orang Simalungun menjadi Wali Kota di kota ini. Mari kita jaga dan dukung beliau untuk membenahi Kota Tebing Tinggi. Mari kita ingatkan jika ada kekurangan, karena beliau adalah aset kita,” katanya.
Dian menegaskan HIMAPSI akan tetap berada di garis depan dalam menjaga kehormatan dan budaya Simalungun.
“Jangan ragu bersahabat dengan HIMAPSI dalam menjaga marwah Simalungun. Tapi HIMAPSI juga siap menjadi lawan yang besar jika ada yang mencoba mengusik budaya maupun orang Simalungun,” pungkasnya. (SNC)

