SimadaNews.com– Suasana hangat dan penuh rasa persaudaraan menyelimuti ruang rapat Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, saat rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tiba untuk melakukan kunjungan kerja, Senin (25/5/2026).
Kehadiran rombongan tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora yang mewakili Bupati Simalungun, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra Hasudungan Manurung serta para pejabat tinggi daerah lainnya.
Rombongan dari Aceh Utara dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, bersama sejumlah pejabat lainnya, di antaranya Kepala BKAD Nazar Hidayat, Kepala Bappeda Adamy, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Muhammad, Kadis PU Jaffar, serta Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah Teuku Haviz.
Pertemuan kedua daerah ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi momentum penting pelaksanaan kesepakatan berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900/369/SJ terkait pemberian bantuan keuangan bagi pemerintah daerah terdampak bencana.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Pemkab Simalungun berkomitmen memberikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp30 miliar untuk mendukung pemulihan dan pembangunan kembali wilayah Kabupaten Aceh Utara yang terdampak musibah alam.
Dayan Albar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Simalungun beserta masyarakatnya.
“Bantuan ini sangat kami harapkan dan kami butuhkan, terutama untuk membangun kembali berbagai fasilitas umum yang rusak, serta memperbaiki tata ruang dan infrastruktur yang hancur akibat bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Aceh Utara memiliki 27 kecamatan dan 852 gampong/desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 kecamatan terdampak banjir besar, sementara dua kecamatan lainnya mengalami longsor parah.
Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak bangunan dan jalan, tetapi juga mengganggu perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Bantuan dari Kabupaten Simalungun nantinya akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur umum, pemulihan sarana pendidikan, serta pembangunan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Saat ini, ribuan keluarga masih tinggal di hunian sementara sambil menunggu proses pembangunan selesai,” terang Dayan.
Selain membahas penggunaan dana bantuan, kunjungan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan kerja sama antar daerah. Dayan berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kolaborasi di berbagai sektor pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bahkan, pihaknya berencana membuat lambang atau penanda khusus bertuliskan nama Kabupaten Simalungun sebagai bentuk penghargaan dan pengingat atas kepedulian yang diberikan di tengah masa sulit masyarakat Aceh Utara.
Mewakili Bupati Simalungun, Mixnon Andreas Simamora menyampaikan rasa empati mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh Utara.
“Kami turut merasakan kesedihan atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Aceh Utara. Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak besar terhadap ekonomi serta kondisi psikologis masyarakat,” ujarnya.
Mixnon menegaskan, bantuan tersebut bukan hanya bentuk pelaksanaan arahan pemerintah pusat, tetapi juga wujud nyata semangat persatuan dan kehadiran negara bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Ia juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun segera menyusun pedoman dan mekanisme penyaluran bantuan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan hukum, tepat sasaran, transparan, dan mampu mempercepat pemulihan masyarakat di Aceh Utara.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra Hasudungan Manurung menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap bantuan tersebut.
“Kami ingin menyampaikan bahwa saudara-saudara kita di Aceh Utara tidak sedang berjuang sendirian. DPRD dan Pemerintah Kabupaten Simalungun berdiri bersama untuk membantu proses pemulihan ini,” katanya.
Jefra juga memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana bantuan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan solidaritas antar daerah di Indonesia tetap terjaga, terutama ketika salah satu daerah sedang menghadapi bencana dan membutuhkan dukungan bersama. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

