“Pagi hari dimulai dari jempol yang bergerak,menyapu layar, mencari kabar yang lekas menguap.
Kita melihat dunia dari kotak lima inci,sementara matahari terbit tanpa sempat kita sapa.
Siang berganti menjadi malam yang sunyi, kita masih saja betah mengetuk pintu rumah asing, mengumpulkan suka dari orang-orang yang tak berwajah, sembari menimbun sepi di dada sendiri.
Waktu bergulir seperti air di sela jari, dan kita baru tersadar saat baterai mulai sekarat; bahwa hari ini telah habis, dan kita belum sempat hidup yang sebenar-benarnya”
Penulis puisi, Sastha Sakia Barus, seorang mahasiswa program studi Teknik Komputer yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Bisnis Indonesia, Pematang Siantar, Sumatera Utara.


