SimadaNews.com-Selesai makan, rasa kantuk biasanya akan muncul. Tapi tidur adalah salah satu hal yang tidak boleh dilakukan, setelah makan.
Sebaiknya selesai makan, kita tidak melakukan kegiatan berat. Menjaga tubuh tetap tegak bukan tidur atau miring, dan juga tidak menyikat gigi untuk kesehatan tubuh kita.
Dikutip dari livestrong, ada tiga hal jangan dilakukan setelah selesai makan.
Menyikat gigi
Langsung menyikat gigi usai makan adalah ide yang buruk. Alasannya, jika kamu baru saja mengonsumsi sesuatu yang asam, enamel gigi sedang melemah.
Menyikat gigi setelah makan, malah bisa merusak gigi. Setidaknya tunggu 30 menit setelahnya atau sikatlah gigi sebelumnya dan minum segelas air setelahnya untuk menyingkirkan asam dari mulut.
Tetapi jika kamu baru saja memakan makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti soda, roti, kukis, dan lain-lain dapat menyebabkan bakteri tertentu terbentuk di dalam mulut.
Tipe bakteri ini bisa menyerang enamel gigi, sehingga menyikatnya langsung usai makan makanan tersebut bisa membantu mencegah bakteri menumpuk.
Tidur
Tidur selepas makan bisa menyebabkan mual dan membuatmu tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Menurut ahli pencernaan di MayoClinic, setidaknya harus menunggu tiga jam setelah makan sebelum tidur karena pencernaan harus dilakukan saat tubuh berada dalam posisi vertikal alias berdiri atau duduk, bukan horizontal alias tidur.
Saat makan, makanan tersimpan dalam perut seperti penyimpanan sementara. Dan jika tidur, tak lagi memiliki gravitasi untuk membantu makanan tersebut dan asam lambung turun.
Malahan, lebih mudah bagi makanan dan asam lambung kembali ke esofagus dan menyebabkan heartburn.
Berolahraga
Sering ada imbauan untuk tidak berolahraga setelah makan, dan imbauan tersebut memang benar. Karena pencernaan membutuhkan darah untuk berfungsi secara benar, karena bisa menyebabkan sakit perut atau keram otot.
Jika baru saja makan malam, tunggu tiga hingga empat jam sebelum berolahraga (kalau kamu berolahraga malam). Jika baru ngemil atau makan kecil, tunggu satu hingga dua jam.
Apabila terbatas waktu dan tetap ingin berolahraga, berjalanlah perlahan selama kurang lebih tiga puluh menit bisa membantu dan dianjurkan. (snc)
Editor: Hermanto Sipayung